Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Garudafood (GOOD) Terangkat Berkat Akuisisi Mulia Boga (KEJU)

GOOD tetap optimistis untuk terus bisa konsisten mempertahankan kinerja positif pada tahun depan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 02 November 2021  |  13:20 WIB
Makanan ringan.  - Garudafood
Makanan ringan. - Garudafood

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten barang konsumsi PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. terus meningkatkan penjualan hingga akhir kuartal III/2021. Salah satu penopangnya berasal dari kontribusi penjualan di PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) yang diakuisisi perseroan tahun lalu.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno menjelaskan kenaikan penjualan perseroan pada periode sembilan bulan pertama tahun ini dikontribusikan oleh penjualan produk snack coated, dairy, wafer stick dan confectionary.

Selain itu, perseroan juga mendapatkan kontribusi penjualan dari Mulia Boga Raya yang diakuisisi tahun lalu. Adapun, penjualan KEJU mengalami kenaikan 7 persen pada kuartal III/2021.

“Kami menyadari, pasar ritel belum pulih seutuhnya dan aktivitas masyarakat belum sepenuhnya normal namun kami tetap optimistis untuk terus bisa konsisten mempertahankan kinerja positif ini di tahun depan,” tulis Paulus dalam siaran pers, dikutip Selasa (2/11/2021).

Terkait kenaikan harga komoditas pada tahun ini, Paulus mengatakan hal itu berdampak pada harga pokok penjualan (COGS) produk Garudafood. Namun demikian, sejauh ini dia mengatakan pihaknya berusaha untuk melakukan penyesuaian sehingga beban tersebut tidak dirasakan langsung oleh konsumen.

Menjelang akhir tahun ini, Paulus mengatakan perseroan akan mempertahakan kinerja yang sudah baik serta fokus pada pendistribusian dan pemerataan produk sembari menjaga kualitas produk Garudafood.

Selain itu, emiten dengan kode saham GOOD ini juga terus meluncurkan produk baru dengan menggandeng mitra global, seperti pada tahun lalu memperkenalkan snack Garuda dengan merek Garuda Potato dan Garuda O’Corn yang merupakan produk pertama dari extend brand Garuda ke kategori nonkacang.

Setelah satu tahun diluncurkan, Paulus menunjukkan bahwa Garuda Potato dan Garuda O’Corn mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Indonesia sehingga mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan Garudafood pada tahun ini.

“Pada bulan ini, kami akan mengedukasi masyarakat untuk sub brand baru yaitu Garuda Crunchy,” tutup Paulus.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2021, GOOD mencatat pendapatan senilai Rp6,36 triliun atau naik 10,94 persen secara tahunan dari sebelumnya Rp5,74 triliun.

Kenaikan top line pun mendorong laba perseroan dengan kenaikan 48,07 persen menjadi Rp313,82 miliar pada kuartal III/2021 dari sebelumnya Rp211,94 miliar pada kuartal III/2020.

Adapun, penjualan ke pihak ketiga lokal masih menjadi tulang punggung GOOD. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan ke pihak ketiga lokal naik 11 persen menjadi Rp5,93 triliun dari sebelumnya Rp5,34 triliun.

Sedangkan penjualan ke pihak ketiga untuk ekspor naik 2,07 persen menjadi Rp254,97 miliar. Penjualan ke pihak berelasi lokal naik paling tinggi sebesar 37,17 persen menjadi Rp149,82 miliar dan penjualan ke pihak berelasi untuk ekspor turun 19,07 persen menjadi Rp25,96 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten garudafood Emiten Konsumsi mulia boga raya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top