Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Bakal Kelola Hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Emiten berkode GMFI ini menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I).
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan
Teknisi bersiap memeriksa pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten bengkel pesawat, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mendapatkan kerja sama untuk mengelola lahan milik PT Angkasa Pura I di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk pengembangan dan operasional hanggar.

Emiten berkode GMFI ini menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I). Bertempat di Kantor Angkasa Pura I, nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan Direktur Utama AP I Faik Fahmi pada 26 Oktober lalu.

Nota kesepahaman ini menjadi landasan awal bagi GMFI dan AP I untuk melakukan penjajakan kerja sama pengelolaan lahan milik AP I di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk pengembangan dan operasional hanggar ke depannya.

Direktur Utama GMF Aero Asia Andi Fahrurrozi mengungkapkan kolaborasi ini sejalan dengan rencana bisnis GMF dalam menangkap peluang perawatan pesawat saat momentum industri aviasi bangkit kembali.

Andi mengakui bahwa pandemi yang saat ini memukul sektor aviasi mendorong GMF untuk memastikan strategi pemulihan kinerja dapat terimplementasi secara maksimal.

“Strategi recovery memang masih menjadi fokus kami saat ini. Namun demikian, kami optimis bahwa industri aviasi dapat segera pulih dalam beberapa tahun ke depan. Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mempersiapkan diri dalam menangkap peluang dan mengantisipasi momentum tersebut,” tuturnya, Rabu (27/10/2021).

Dengan mengoperasikan hanggar di Makassar yang memiliki kedekatan lokasi dengan customer di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, kemudahan akses yang ditawarkan ini diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional operator penerbangan dan memperkuat industri aviasi di kawasan domestik.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan posisi Makassar tergolong strategis untuk menggarap pasar di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

Transportasi udara di kawasan Indonesia tengah dan timur menjadi salah satu tumpuan dalam mendorong pergerakkan penumpang maupun kargo karena menawarkan akses yang lebih mudah dan cepat dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Hal ini menjadikan Makassar sebagai pasar yang potensial untuk menjangkau kawasan Indonesia tengah dan timur,” ungkap Faik.

Untuk menangkap potensi ini, kolaborasi antara kedua pihak dalam mengelola lahan tersebut dijalin guna menarik investor dalam pembangunan hanggar beserta fasilitas pendukungnya, sehingga menciptakan multiplier effect seperti pembukaan lapangan kerja, akselerasi ekonomi, serta nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa industrial services, serta perbaikan, perawatan dan overhaul pesawat terbang.

Sebagai MRO terbesar di Indonesia yang berpengalaman lebih dari 70 tahun, GMF mulanya berdiri sebagai Divisi Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Berlokasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, GMF telah melayani lebih dari 190 pelanggan yang tersebar di lebih dari 60 negara.

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, GMF telah diakui oleh otoritas penerbangan dunia dengan adanya sertifikasi dari lebih dari 20 negara, diantaranya FAA (Amerika), EASA (Eropa), CASA (Australia) dan DKPPU (Indonesia). Pada tahun 2017, GMF resmi menjadi perusahaan terbuka dengan melepas sahamnya ke publik.

Saat ini, GMF tengah melebarkan sayapnya untuk merambah segmen industrial gas turbine engine. Dengan demikian, GMF diharapkan mampu mewujudkan visinya untuk menjadi perusahaan MRO paling bernilai melalui misinya dalam menyediakan solusi perawatan yang terpadu dan andal sebagai kontribusi bagi bangsa dan negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper