Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Powell Waswas Soal Inflasi, Bursa AS Ditutup Melemah

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,11 persen ke 4.544,90, sedangkan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,82 persen ke 15.090,20.
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Jumat (22/10/2021) setelah gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyebut kekhawatiran soal inflasi dalam pidatonya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup melemah 0,11 persen ke 4.544,90, sedangkan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,82 persen ke 15.090,20. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industial Average ditutup menguat 0,21 persen.

Mayoritas indeks Wall Street melemah setelah Jerome Powell mengatakan bank sentral sedang memantau tekanan harga dengan hati-hati dan akan melakukan adaptasi jika tingkat inflasi berjalan terlalu panas.

“Kendala dan kekurangan rantai pasokan global yang telah menyebabkan peningkatan inflasi kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, kemungkinan besar hingga tahun depan,” kata Powell, dikutip Sabtu (23/10/2021).

Investor semakin khawatir tekanan biaya yang lebih tinggi dan gangguan rantai pasokan global akan mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, awal musim laporan keuangan emiten yang solid mengimbangi ketakutan tersebut dengan patokan S&P 500 mencapai rekor pada hari Kamis.

“Pasar semakin khawatir bahwa kita berada dalam semacam kenaikan inflasi jangka panjang,” kata Jim Bianco, presiden dan pendiri Bianco Research.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 1,64 persen tetapi masih tetap lebih tinggi untuk minggu ini. Dolar melemah menuju pelemahan mingguan kedua berturut-turut. Sementara itu, harga emas menguat.

Pelemahan indeks terjadi setelah S&P 500 berjuang untuk mendapatkan arah di awal sesi setelah laporan keuangan emiten teknologi yang mengecewakan semalam. Peringatan mengenai pengeluaran iklan Snap Inc. menghapus lebih dari $100 miliar nilai pasar dari perusahaan media sosial dan rekan-rekannya termasuk Facebook Inc., Alphabet Inc., Pinterest Inc. dan Twitter Inc.

Sementara itu, Intel Corp. jatuh karena penjualan yang lebih rendah dari perkiraan di tengah kekurangan komponen.

“Kabar buruk ganda untuk sektor teknologi bisa berarti rekor tertinggi di luar jangkauan untuk saat ini,” kata analis pasar keuangan senior di City Index Fiona Cincotta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper