Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anak Usaha PORT Raih Pinjaman Rp341 Miliar dari Bank Mandiri (BMRI)

Fasilitas pinjaman ini akan dipakai untuk pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terutang PT Perusahaan Bongkar Muat Adipurusa, anak usaha Nusantara Pelabuhan Handal.
Aktivitas di Nusantara Pelabuhan Handal/Dok.Perusahaan
Aktivitas di Nusantara Pelabuhan Handal/Dok.Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha emiten pelabuhan swasta, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) atau NPH meraih fasilitas pinjaman Rp341 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Corporate Secretary Nusantara Pelabuhan Handal Erwina Yusritasari menjelaskan anak usahanya PT Perusahaan Bongkar Muat Adipurusa (PBMA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari BMRI pada 17 September 2021.

"PBMA, perseroan terbatas yang 83,84 persen sahamnya dimiliki secara langsung oleh perseroan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sebesar Rp341 miliar dari Bank Mandiri," jelasnya, Senin (20/9/2021).

Dana yang diperoleh dari fasilitas pinjaman ini akan dipakai untuk pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terutang yang dimiliki PBMA. Fasilitas pinjaman akan dibayarkan setiap bulan dan bertenor 5 tahun setelah pencairan.

Fasilitas ini akan dijamin dengan aset alat pelabuhan yang dimiliki PBMA dan corporate guarantee dari PORT sebesar kepemilikan saham di PBMA.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang tidak diaudit, pendapatan PORT turun 18,87 persen menjadi Rp524,88 miliar dari Rp647,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Beban langsungnya pun turun menjadi Rp427,97 miliar dari posisi Rp567,64 miliar. Penurunan beban langsung tersebut meningkatkan posisi laba bruto perseroan menjadi Rp96,91 miliar dari Rp79,4 miliar.

Beban operasional pun terpangkas sementara beban lainnya meningkat, sehingga laba usaha per 30 Juni 2021 sebesar Rp18,17 miliar dari posisi hanya Rp5,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, total rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menciut menjadi Rp7,93 miliar dari Rp26,85 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper