Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab AUM Reksa Dana Syariah Sulit Tumbuh di 2021

Salah satu penyebab dari jatuhnya dana kelolaan reksa dana terproteksi syariah adalah keputusan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menarik dananya. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 13 September 2021  |  20:33 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Dana kelolaan reksa dana atau asset under management (AUM) reksa dana syariah setidaknya dalam empat bulan terakhir turun signifikan. . 

Berdasarkan data Infovesta, dana kelolaan reksa dana syariah secara industri per 31 Agustus 2021 berada di posisi Rp26,66 triliun. Realisasi tersebut naik 2,73 persen bila dibandingkan dengan catatan per akhir Juli 2021 sebanyak Rp25,95 triliun. 

Namun AUM reksa dana syariah terkoreksi signifikan sebanyak 58,27 persen dari posisi Januari 2021 sebesar Rp63,89 triliun. Sementara itu, sepanjang tahun ini total dana kelolaan tertinggi terjadi pada Februari 2021 yaitu sebesar Rp66,90 triliun. 

Dana kelolaan reksa dana syariah terpantau turun signifikan pada Mei 2021 yang mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp27,21 triliun. Penurunan signifikan tersebut secara spesifik terjadi pada instrumen reksa dana terproteksi syariah. 

Adapun pada April 2021 reksa dana terproteksi syariah mencatatkan AUM sebesar Rp37,52 triliun. Lalu bulan selanjutnya, Mei 2021 anjlok menjadi Rp15,63 triliun. 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan penyebab dari jatuhnya dana kelolaan reksa dana terproteksi syariah adalah keputusan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menarik dananya. 

Wawan menjelaskan keputusan BPKH tersebut terkait dengan insentif pajak penghasilan (PPh) bunga obligasi untuk investor dari 15 persen menjadi 10 persen, sehingga institusi menurutnya lebih memilih untuk mengelola dana sendiri dibandingkan dengan menitipkan dana melalui reksa dana terproteksi.

“Untuk mengembalikan itu, Rp30 triliun, kayaknya berat sih kalau sekarang [tahun 2021] untuk syariah,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Jumat (10/9/2021). 

Setelah Mei 2021, dana kelolaan reksa dana syariah berangsur meningkat dari bulan ke bulan, dan pada Agustus tercatat sebanyak Rp16,65 triliun. Angka tersebut sedikit menurun jika dibandingkan dengan Juli 2021 yaitu Rp16,93 triliun. 

Sementara itu, sepanjang Agustus 2021, instrumen reksa dana pendapatan tetap syariah berkontribusi terbanyak terhadap total AUM yaitu sebesar Rp7,90 triliun. Namun dana kelolaan tersebut turun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Rp8,05 triliun. 

Reksa dana pasar uang syariah mencatatkan Rp7,77 triliun dana kelolaan pada Agustus 2021, di mana angka tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan Juli 2021 sebesar Rp6,91 triliun. Selain itu, juga terjadi peningkatan dana kelolaan reksa dana saham syariah dari Rp5,86 triliun pada Juli 2021, menjadi Rp5,89 triliun pada Agustus 2021. 

 

Berikut Data Dana Kelolaan Reksa Dana Syariah Sepanjang Tahun 2021:

Bulan

Total NAB

Januari

Rp63,89 triliun

Februari

Rp66,90 triliun

Maret

Rp65,70 triliun

April

Rp64,55 triliun

Mei

Rp27,21 triliun

Juni

Rp26,81 triliun

Juli

Rp25,95 triliun

Agustus

Rp26,66 triliun

Sumber: Infovesta (produk reksa dana syariah rupiah, tanpa penyertaan terbatas)

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana dana kelolaan reksa dana syariah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top