Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Lesu Tertekan Sentimen Dovish The Fed

Indeks dolar AS tertekan sentimen Federal Reserve dan fokus investor jelang rilis data ekonomi utama pekan ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2021  |  06:00 WIB
Dolar AS Lesu Tertekan Sentimen Dovish The Fed
Karyawan menunjukan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (30/8/2021) seiring dengan sentimen dovish Federal Reserve dan penantian pasar terhadap rilis sejumlah data ekonomi. 

Mengutip Antara, kurs dolar AS melemah tipis pada akhir perdagangan Senin, karena pelaku pasar sedang menunggu data ekonomi utama. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,03 persen pada 92,6613.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1803 dolar AS dari 1,1793 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris tidak berubah mendekati 1,3767 dolar dari 1,3767 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7297 dolar AS dari 0,7311 dolar.

Dolar AS dibeli 109,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9165 franc Swiss dari 0,9115 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2607 dolar Kanada dari 1,2619 dolar Kanada.

Pedagang akan melihat data ekonomi pada minggu ini, termasuk indeks manufaktur AS Agustus yang diterbitkan oleh Institute for Supply Management pada Rabu, dan laporan ketenagakerjaan bulanan negara yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja pada Jumat.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu The Fed menyampaikan tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga, kendati memberikan sinyal tapering pada tahun ini. 

Hal itu membuat dolar AS melemah, dan membuat mata uang negara berkembang seperti Indonesia mengalami penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, kemarin nilai tukar rupiah menguat 47,5 poin atau 0,33 persen ke level Rp14.370 per dolar AS, sedangkan, indeks dolar AS terpantau turun 0,01 persen pada posisi 92,680 pukul 15.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as mata uang federal reserve

Sumber : Antara, Bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top