Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Cuma Unicorn, Startup Level Centaur Juga Bersiap Masuk Bursa. Siapa Saja?

Setidaknya ada 5 perusahaan rintisan (startup) level centaur yang telah berkonsultasi dengan BEI.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  11:29 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Selain para unicorn, perusahaan teknologi yang masih berada di level centaur juga tengah bersiap masuk ke Bursa Efek Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa selain berkomunikasi dengan para unicorn, BEI juga berdiskusi secara intens dengan perusahaan teknologi yang ada di level centaur.

“Jadi benar ada [yang bersiap masuk Bursa]. Centaur-centaur itu sudah kita mapping karena harapan kita sebelum centaur menjadi unicorn mereka juga eligible untuk tercatat [di Bursa],” ujar Nyoman dalam sesi diskusi virtual bersama awak media, Rabu (28/7/2021)

Nyoman mengatakan setidaknya ada 5 perusahaan rintisan (startup) level centaur yang telah berkonsultasi dengan BEI. Di sisi lain, Bursa juga meminta pendapat mereka terkait regulasi-regulasi baru yang tengah digodok untuk mengakomodasi perusahaan teknologi yang berminat IPO.

“Kita ajak diskusi kalau ada hal-hal yang kita butuhkan terkait informasi [IPO], kita tanyakan ke mereka. ‘Kalau seperti ini peraturannya atau draft-nya kamu ada ide nggak? Atau ada hal-hal yang kamu sampaikan?’ Supaya [Bursa] bisa mengakomodasi needs mereka,” tutur Nyoman.

Perusahaan centaur sendiri adalah perusahaan rintisan yang telah berhasil memperoleh nilai valuasi lebih besar dari US$100 juta hingga US$1 miliar atau sekitar Rp1,45 triliun hingga Rp14,48 triliun.

Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa perusahaan rintisan Indonesia yang ada di level ini antara lain Ruang Guru, Sociolla, Kredivo, Blibli.com, Ajaib, Dana, Stockbit, Sayurbox, Fore, Alodokter, Halodoc, Sicepat, dan Kopi Kenangan.

Nyoman menegaskan bahwa BEI berkomitmen untuk menjadi rumah pertumbuhan bagi perusahaan dari segala sektor dan segala level, termasuk perusahaan teknologi baik yang baru dirintis, maupun sudah masuk level centaur atau unicorn, bahkan decacorn.

“Jadi, saat ini dan ke depan, unicorn akan bertumbuh [jadi decacorn] dan centaur akan bertumbuh menjadi unicorn. Nah, di sinilah rumahnya,” kata Nyoman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia perusahaan rintisan Unicorn
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top