Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREMIUM NOTES : Cuan Jerry Ng dari Bank Jago (ARTO) dan Naik Tahta Akulaku di BNC (BBYB)

Jerry Ng tampil sebagai orang terkaya kelima Indonesia versi Forbes seiring keberhasilan PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Pada saat yang sama, emiten calon bank digital lain PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) melanjutkan ancang-ancang untuk mengikuti jejak sang rival.
Karyawan beraktivitas didepan logo Bank Jago di Jakarta, Senin (29/3/2021). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas didepan logo Bank Jago di Jakarta, Senin (29/3/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pekan ini, Jerry Ng barangkali menjadi salah satu orang paling bahagia di Indonesia. Reli kencang saham emiten calon bank digital PT Bank Jago Tbk. (ARTO) sukses bikin bankir berusia 56 tahun tersebut menjadi orang terkaya kelima di Indonesia, setidaknya mengacu pemeringkatan terbaru versi Forbes pada Rabu (28/7/2021).

Dengan total nilai kekayaan mencapai US$4,8 miliar, atau setara Rp69,5 triliun mengacu kurs dolar AS pada hari yang sama, Jerry hanya kalah sugih dari Hartono bersaudara, Sri Prakash Lohia, dan Prajogo Pangestu.

Kekayaan Jerry juga menyalip nama-nama besar macam Chairul Tanjung, Eddy Sariaatmadja, Keluarga Tahir, hingga penguasa Grup Lippo Mochtar Riady. Konon, Forbes merekam kekayaan Eddy naik 7 kali lipat hanya dalam kurun setahun terakhir.

1. Menebalnya Pundi Jerry Ng dan Rekor Saham Bank Jago (ARTO)

Sebagai informasi, pada hari yang sama, ARTO juga sukses memecahkan rekor harga saham sepanjang masa dengan harga penutupan Rp18.200. Kapitalisasi pasar yang sudah menyentuh Rp249,6 triliun membuat emiten tersebut menempati urutan kelima jajaran big caps.

Jerry sendiri tidak memiliki saham ARTO atas nama pribadi. Namun, dia menjabat sebagai Komisaris Utama dan menjadi sosok penting di balik layar lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia selaku pemegang saham mayoritas perseroan.

Ulasan mengenai perjalanan ARTO dan Jerry menebalkan dompetnya dapat dibaca di sini.

bank neo commerce
bank neo commerce
 

Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021)./Bisnis-Arief Hermawan P

2. Akulaku Jadi Pemegang Saham Pengendali, Apa Rencana Bisnis Bank Neo Commerce (BBYB)?

Keberhasilan ARTO memompa kapitalisasi pasarnya tidak bikin kompetitor menyerah. Emiten calon bank digital lain, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), tampaknya punya hasrat besar meniru jejak bank tersebut.

Kendati saham mayoritasnya telah lama dimiliki PT Akulaku Silvrr Finance, babak baru bakal dilalui BBYB. Kontrol entitas yang terafiliasi dengan Ant Financial tersebut tampaknya akan kian kentara seiring keluarnya izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengesahkan Akulaku sebagai pengendali BBYB pada pekan ini.

Lewat ringkasan rancangan bisnisnya, Rabu (28/7), Akulaku Silvrr menyatakan bahwa mereka punya komitmen penuh membawa lebih banyak implementasi aspek teknologi ke dalam kegiatan bisnis BBYB.

Lantas, bagaimana BBYB akan bermanuver di bawah bendera Ant Financial tersebut?

Ulasan lebih jelas dapat Anda baca lewat artikel ini.

bukalapak
bukalapak
 

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan rencana bisnis perusahaan dalam acara Penawaran Umum Perdana Saham PT Bukalapak.com Tbk., Jumat (9/7/2021)./Bisnis-Ika Fatma Ramadhansari

3. Manajer Investasi Ikut Berburu Saham Unikorn untuk Reksa Dana

Sepanjang tahun berjalan, kinerja sebagian besar reksa dana tampak lesu. Keterbatasan ruang yang dimiliki manajer investasi serta melempemnya kinerja saham-saham pilihan menjadi faktor penghambat yang tak bisa dimungkiri lagi.

Namun, rencana Initial Public Offering (IPO) sejumlah startup unikorn tahun ini tampaknya bisa mengubah roda nasib tersebut. Ini terindikasi oleh tingginya ketertarikan sebagian besar perusahaan manajemen aset untuk memburu saham PT Bukalapak, unikorn pertama yang bakal IPO dalam waktu dekat.

Dalam pernyataannya, sejumlah pengelola reksa dana juga menyiratkan sinyal untuk mengalihkan fokusnya kepada saham-saham berbasis teknologi hingga akhir tahun.

Gambaran selengkapnya mengenai hal tersebut dapat dibaca pada ulasan ini.

kresna sekuritas
kresna sekuritas

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) Raymond Loho (kanan) meninjau proses penawaran umum perdana saham DIVA, di Jakarta, Rabu (21/11/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

 

4. Perjalanan 22 Tahun Kresna Sekuritas di Pasar Modal hingga Cabut dari Bursa

Kendati dipenuhi kabar positif dan penuh optimisme pada Rabu (28/7), bukannya tidak ada kabar buruk. Salah satu kabar duka datang seiring resmi angkat kopernya PT Kresna Sekuritas dari daftar Anggota Bursa (AB).

“Kami sudah mengirimkan e-mail ke seluruh nasabah agar memindahkan sahamnya yang clean dan clear ke AB yang dipilih nasabah. Setelah 30 hari akan dipindahkan ke KSEI [Kustodian Sentral Efek Indonesia],” ujar Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto.

Kresna Sekuritas merupakan perusahaan yang memiliki rekam jejak panjang. Perusahaan ini telah 22 tahun berpartisipasi dalam pengembangan industri pasar modal dalam negeri.

Kilas balik perjalanan Kresna Sekuritas bisa Anda baca pada naskah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper