Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukalapak (BUKA) Siapkan IPO, Begini Prospek Minat Investor Terhadap Sahamnya

Minat investor terhadap saham BUKA satunya didorong oleh prospek bisnisnya yang positif.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Juli 2021  |  15:22 WIB
Bukalapak (BUKA) Siapkan IPO, Begini Prospek Minat Investor Terhadap Sahamnya
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan rencana bisnsi perusahaan dalam acara Penawaran Umum Perdana Saham PT Bukalapak.com Tbk., Jumat (9/7/2021). - Bisnis/Ika Fatma Ramadhansari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Minat investor terhadap saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) diyakini akan tetap tinggi seiring dengan prospek sektor teknologi yang positif.

Kendati demikian, target penggalangan dana yang tinggi serta kondisi fundamental yang kurang optimal akan menjadi rintangan.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, minat investor untuk saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) akan cukup besar. Minat yang tinggi ini terutama akan datang dari investor ritel.

Wawan menjelaskan, minat investor terhadap saham BUKA salah satunya disebabkan oleh prospek bisnisnya yang positif. Saat ini, e-commerce menurutnya menjadi sektor yang dipandang tumbuh dan memiliki prospek yang baik.

Di sisi lain, sektor teknologi memang tengah naik daun dalam beberapa waktu belakangan. Hal ini terlihat dari animo investor dan pasar terhadap saham-saham di sektor ini seperti ARTO pada segmen bank digital.

“Banyak investor ritel yang berharap sentimen ini juga akan terjadi di IPO BUKA,” katanya saat dihubungi pada Jumat (9/7/2021).

Meski demikian, Wawan memprediksi serapan investor ritel terhadap saham BUKA tidak akan mencapai harapan BUKA. Pasalnya, target dana IPO yang di atas Rp20 triliun diyakini terlalu tinggi untuk investor ritel.

Sementara itu, Wawan menilai investor institusi akan lebih fokus ke fundamental dan likuiditas perusahaan. Dengan IPO yang begitu besar, ia mengatakan faktor likuiditas seharusnya tidak jadi masalah untuk investor institusi.

Namun, dari sisi fundamental, laporan keuangan menyebutkan BUKA masih merugi. Hal ini juga ditambang dengan valuasinya yang tidak murah. Hal ini membuat investor institusi masih berpikir panjang sebelum memutuskan untuk membeli saham BUKA.

“Institusi yang mau masuk harus mempertimbangkan faktor risiko dan idealnya lebih ke prospek jangka panjangnya,” tambah Wawan.

Hal serupa diungkapkan oleh Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada. Menurutnya, animo investor ritel terhadap perusahaan-perusahaan pada sektor teknologi sedang berada di level yang tinggi.

Sementara itu, Reza memprediksi pelaku pasar dari institusi akan lebih melihat kondisi fundamental perusahaan ketimbang fenomena sesaat yang terjadi pada pasar modal.

“Kondisi saat ini memang sangat mendukung potensi yang baik dari perusahaan-perusahaan di sektor teknologi. Tetapi, untuk riil nya nanti kita lihat saja ke depannya.” jelasnya.

Dalam prospektus di Harian Bisnis Indonesia, Bukalapak akan melepaskan saham sebanyak-banyaknya 25.765.504.851 saham atau dibulatkan 25,76 miliar saham. Nilai nominal Rp50, yang mewakili sebanyak-banyaknya 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Harga penawaran IPO Bukalapak berkisar Rp750-Rp850. Artinya, raksasa e-commerce itu berpotensi meraup dana dari IPO dengan kisaran Rp19,32 triliun-Rp21,9 triliun. 

Aksi IPO Bukalapak akan menjadi yang terbesar di BEI. Sebelumnya, rekor tertinggi dipegang PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang meraih dana IPO senilai Rp12,25 triliun pada 2008 silam. 

Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas. Penjamin emisi efek PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce initial public offering bukalapak
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top