Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ambrol 1 Persen Lebih, Investor Asing Jual Saham ARCI & BBCA

Pukul 14.12 WIB, kejatuhan IHSG semakin dalam. Indeks turun 1,13 persen atau 68,11 poin menuju 5.954,28.
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1 persen lebih pada Senin (28/6/2021) seiring dengan aksi jual investor asing. Saham BBCA dan ARCI menjadi sasaran jual utama.

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG melemah ke level 6.015,27. IHSG sempat menyentuh level tertingginya pada 6.028,02 pada beberapa menit setelah pembukaan.

Hingga pukul 11.30 WIB atau akhir sesi I, indeks ditutup turun 0,83 persen atau 50,21 poin menjadi 5.972,19. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di rentang 5.966,57-6.030,89.

Pukul 14.12 WIB, kejatuhan IHSG semakin dalam. Indeks turun 1,13 persen atau 68,11 poin menuju 5.954,28.

Terpantau 131 saham menguat, 365 saham melemah, dan 133 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp8,37 triliun dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp296,75 miliar.

Pagi ini, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Saham ARCI naik 4 persen atau 30 poin menjadi Rp780 pada pukul 14.12 WIB. Saham ARCI menjadi yang paling banyak dilego asing dengan net foreign sell Rp132,78 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan aksi jual bersih asing atau net foreign sell Rp112,4 miliar. Saham BBCA pun lesu 1,78 persen menjadi Rp30.400.

Selanjutnya, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga dijual oleh para investor dengan nilai net foreign sell Rp43,9 miliar. Saham ASII turun 3,46 persen menuju Rp4.750.

Sebelumnya, kasus harian Covid-19 yang terus mencetak rekor baru membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat terganggu kinerjanya pada Senin (28/6/2021).

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengkhawatirkan pecah rekor kasus harian Covid-19 akan mengganggu kinerja IHSG yang sudah mulai menguat tipis.

Setelah IHSG selama seminggu lalu menguat tipis sebesar 0,25 persen disertai net buy investor asing sebesar Rp1,32 tiliun, jika hanya merujuk penguatan cukup tajam Indeks DJIA sebesar 0,69 persen disertai kenaikan harga beberapa komoditas, maka ada peluang IHSG menguat dalam perdagangan di awal minggu ini, Senin (28/6/2021).

"Akan tetapi kondisi saat ini jauh lebih mencekam ketimbang tahun 2020 di saat Covid-19 menyerang Indonesia karena jumlah korban terserang Covid-19 per hari terus meningkat mencapai 21,300 orang," jelasnya dalam laporan riset harian, Senin (28/6/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper