Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Minyak Goreng Filma (SMAR) Tebar Dividen Rp460 Miliar

Emiten perkebunan sawit milik Grup Sinarmas ini memutuskan membayar dividen tahun buku 2020 kepada pemegang saham setelah tahun lalu absen membagikan dividen.
Produk minyak goreng dengan merek dagang filma. Minyak goreng merupakan salah satu produk dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk./smart-tbk.com
Produk minyak goreng dengan merek dagang filma. Minyak goreng merupakan salah satu produk dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk./smart-tbk.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2020 senilai Rp460 miliar. Jumlah tersebut mencakup 30 persen dari total laba bersih tahun 2020 senilai Rp1,53 triliun.

Pembagian dividen telah melewati persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten berkode SMAR ini.

“Dengan demikian, dividend per share (DPS) adalah sebesar Rp160 per saham,” demikian pernyataan manajemen SMAR dikutip dari keterangan resmi, Selasa (15/06/2021).

Adapun, pada kuartal I/2021, SMAR berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp11,10 triliun, naik 15 persen dibandingkan dari periode sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata selama periode berjalan.

Sejalan dengan hal itu, laba usaha dan EBITDA meningkat signifikan menjadi masing-masing Rp574 miliar dan Rp1,08 triliun. SMAR juga mencatat laba bersih sebesar Rp250 miliar dari posisi sebelumnya rugi bersih sebesar Rp1,41 triliun pada kuartal I/2020.

Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Jimmy Pramono menyampaikan: pihaknya mengaku gembira melihat pencapaian perusahaan di kuartal I/2021 di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

SMAR akan terus memperkuat keunggulan kompetitifnya melalui inovasi yang mutakhir dan praktik-praktik yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut Jimmy mengatakan, prospek permintaan minyak nabati ke depannya akan tetap positif. Hal tersebut seiring dengan keterbatasan pasokan minyak nabati global yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering di Amerika Selatan dan belahan dunia lainnya.

“Kami memprediksi ketatnya pasokan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Dengan bergulirnya program vaksinasi COVID-19 secara global, kami optimis bahwa permintaan minyak nabati tetap kuat, baik dari sektor pangan maupun energi. Namun, kami tetap waspada dan senantiasa memantau perkembangan pandemi COVID-19, terutama di negara-negara konsumen utama,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper