Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Respons Data Inflasi AS, Wall Street Mencuat

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,06 persen ke level 34.466,24, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,47 persen sekaligus menyentuh rekor tertinggi. Adapun Nasdaq Composite menguat 0,78 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  03:21 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (10/6/2012) karena investor bertaruh bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan akomodatif bahkan setelah data menunjukkan indeks harga konsumen naik lebih dari perkiraan pada bulan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,06 persen ke level 34.466,24, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,47 persen sekaligus menyentuh rekor tertinggi. Adapun Nasdaq Composite menguat 0,78 persen.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun ke level 1,45 persen menyusul lonjakan awal setelah laporan inflasi.

Data indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) yang dirilis Kamis menunjukkan bahwa kenaikan pada Mei sebagian besar didorong oleh kategori yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas karena vaksinasi mengendalikan pandemi.

Laporan tersebut dirilis di tengah perdebatan tentang apakah The Fed dapat mempertahankan sikap dovish yang telah membantu mengangkat pasar dalam menghadapi penguatan ekonomi yang membawa risiko destabilisasi inflasi.

Perdagangan ekuitas yang terbatas dan penurunan imbal hasil menjadi ciri awal Juni karena investor menunggu beberapa dorongan dari laporan kemajuan pemulihan ekonomi. Kehebohan dalam saham “meme” dan fluktuasi cryptocurrency telah menjadi salah satu dari sedikit sumber volatilitas pasar yang nyata.

Analis senior investasi global Commonwealth Financial Network Anu Gaggar mengatakan kehebohan data inflasi berlanjut untuk saat ini tetapi antara efek dasar dan tekanan permintaan yang terpendam, mungkin tidak memberikan jawaban yang pasti untuk debat inflasi yang hebat.

"Imbal hasil Treasury AS 10-tahun kembali ke level terendah sejak awal Maret, menandakan bahwa pasar obligasi jatuh sejalan dengan pemikiran Fed bahwa inflasi bersifat sementara dan tidak menjamin pengurangan stimulus moneter dalam waktu dekat," ungkap Gaggar, seperti dikutip Bloomberg.

Delapan dari 11 sektor indeks S&P 500 naik, dengan saham perawatan kesehatan memimpin kenaikan. Sektor finansial menjadi penekan indeks dengan bank-bank besar termasuk JPMorgan Chase & Co., Bank of America Corp. dan Wells Fargo & Co. di antara penghambat terbesar dalam indeks yang lebih luas.

Sementara itu, Amazon.com Inc., Microsoft Corp., dan Tesla Inc. berkontribusi paling besar terhadap kenaikan Nasdaq 100. Dow Jones Industrial Average berada sekitar 0,7 persen di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top