Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO Rp125 per Saham, Ladangbaja Murni Siap Tingkatkan Produksi

Dana hasil penawaran saham akan digunakan LABA untuk modal kerja sebesar 50 persen dan sisanya digunakan untuk belanja mesin produksi.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  16:51 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—Calon emiten PT Ladangbaja Murni Tbk. berencana menggunakan dana segar hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham untuk mendukung ekspansi bisnis produk cetakan (mould) berbahan dasar baja unggulan perseroan.

Ladangbaja Murni berencana melepas 200 juta saham yang merepresentasikan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga penawaran Rp125 per saham. Artinya, perseroan berpotensi mendapatkan dana segar sekitar Rp25 miliar.

Adapun, calon emiten yang akan menyandang kode LABA ini dijadwalkam melakukan masa penawaran umum pada 2-4 Juni 2021 dan menentukan penjatahan pada 8 Juni 2021. Dengan jadwal demikian, maka LABA berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juni 2021.

Selain itu, sebagai pemanis, LABA juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak 280 juta waran, bersamaan dengan saham baru LABA yang diberikan secara cuma-cuma dengan rasio 5:7. Waran seri I memiliki exercise price Rp150 yang akan dicatatkan bersamaan dengan IPO.

Manajemen perseroan menyampaikan, dana hasil penawaran saham akan digunakan LABA untuk modal kerja sebesar 50 persen dan sisanya digunakan untuk belanja mesin produksi dan perluasan divisi moulding untuk mendukung produk unggulan LABA yaitu mould base dan precision mould.

Perseroan mengaku sangat optimis atas prospek pasar mould base yang masih belum terjangkau sehingga akan terus menggenjot lini bisnis tersebut. Selain itu, LABA juga telah mendapatkan stand-by customer untuk produk mould base LABA.

"Customer LABA selama 3 tahun kebelakang antara lain PT Astra Honda Motor, Panasonic, Epson Indonesia, PT Sepatu Bata Tbk, dan Ecco Shoes Indonesia sudah memiliki ketertarikan terhadap produk-produk LABA baik yang lama maupun yang baru,” demikian tulis manajemen LABA dalam rilis yang dikutip Bisnis, Senin (31/5/2021).

LABA juga sedang melakukan uji coba pada lini bisnis baru berupa injection mould, yang akan menghasilkan barang jadi berbahan dasar plastik. lini bisnis baru ini juga dapat menjadi sumber pendapatan baru LABA yang akan memperbaiki kinerja LABA.

Selain itu, LABA akan melakukan relokasi pabrik Sunter ke pabrik dan gudang di Cibitung yang akan dimulai pada kuartal IV, dengan estimasi selesai pengerjaan pada triwulan pertama tahun 2022 untuk meningkatkan efisiensi kinerja LABA.

"Relokasi pabrik dilakukan setelah melakukan analisa pasar dan kapasitas operasional LABA, LABA memiliki harapan ekspansi bisnis LABA 5 tahun berikutnya akan meningkatkan kinerja produksi LABA sehingga membutuhkan tempat agar aktivitas produksi LABA tidak terhambat,” ungkap perseroan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo emiten baru
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top