Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal III/2021, Tower Bersama Targetkan Penerbitan Obligasi

Proses penerbitan obligasi terbaru ini tengah diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  05:26 WIB
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) menargetkan penerbitan obligasi berdenominasi rupiah pada kuartal III/2021 sebagai salah satu instrumen pendanaan dalam berekspansi.

Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso mengatakan, pihaknya tetap menjadikan obligasi sebagai salah satu instrumen pendanaan. Ia mengatakan, penerbitan obligasi berdenominasi rupiah akan kembali dilakukan pada tahun ini.

Menurutnya, proses penerbitan obligasi terbaru ini tengah diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Helmy juga belum dapat memastikan jumlah penawaran yang akan dilakukan karena masih mempertimbangkan kondisi pasar.

“Kami targetkan penawaran ini pada kuartal III/2021,” katanya dalam paparan publik perusahaan, Jumat (28/5/2021).

Ke depannya, Helmy mengatakan rencana ekspansi bisnis yang telah disiapkan perusahaan akan didanai menggunakan sejumlah instrumen. Selain penerbitan obligasi rupiah, TBIG juga akan memaksimalkan kas internal yang tersedia serta melakukan pinjaman dari bank.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, TBIG membukukan pendapatan sebesar Rp5,32 triliun atau naik 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,69 triliun.

Selanjutnya TBIG mencetak kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,1 persen menjadi Rp1 triliun dari Rp819,45 miliar pada 2019.

Sebelumnya, Helmy meyakini tren pertumbuhan perusahaan akan berlanjut pada tahun 2021 seiring dengan rencana pertumbuhan organik dan anorganik yang telah disiapkan perusahaan.

“Kami yakin pertumbuhan laba dan penerimaan untuk tahun ini bisa double digit,” ujar Helmy.

Terbaru, TBIG telah merampungkan akuisisi menara IBST (PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.) senilai Rp3,9 triliun. Selain itu, TBIG juga telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp2 triliun untuk strategi pertumbuhan organik perusahaan.

Helmy menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kembali melakukan akuisisi menara pada tahun ini. TBIG akan terus memonitor kondisi pasar pada tahun ini dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Kami tetap pertimbangkan akuisisi. Apabila valuasinya menarik dan sesuai dengan kemampuan, akan kami lakukan,” katanya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi tower bersama
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top