Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Reksa Dana Tumbuh Pesat, Ini Jurus Panin AM Lewat E-commerce

Panin AM menjalin kerjasama dengan beberapa agen penjual reksa dana berbasis teknologi dan e-commerce untuk memperluas basis pemasaran
Panin Asset Management/linkedin.com
Panin Asset Management/linkedin.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kehadiran platform digital disebut menjadi pendorong utama kenaikan jumlah investor reksa dana. Manajer investasi pun meracik sejumlah strategi baru.

Direktur Panin Aset Manajemen (Panin AM) Rudiyanto menilai pertumbuhan jumlah investor yang tinggi utamanya ditopang oleh pemasaran reksa dana, terutama melalui platform e-commerce yang menawarkan produk-produk reksa dana secara daring.

“Kemudahan pembukaan rekening dan integrasi dengan layanan pembayaran yang populer, membuat pertumbuhan jumlah investor baru amat cepat,” kata Rudiyanto ketika dihubungi Bisnis, Senin (24/5/2021)

Dia menyebut, Panin AM saat ini masih membukukan pertumbuhan investor di bawah industri karena selama ini lebih banyak mengandalkan pemasaran melalui tenaga marketing. Namun tahun ini, Panin AM mulai mengubah strateginya seiring perkembangan industri.

“Kami sudah mulai menjalin kerjasama dengan beberapa agen penjual reksa dana berbasis teknologi dan e-commerce untuk memperluas basis pemasaran,” katanya lagi.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat sepanjang tahun berjalan hingga akhir April 2021 jumlah investor reksa dana telah mencapai 4.408.998 SID (single investor identification). Realisasi ini tumbuh 38,85 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebesar 3.880.753 SID.

Adapun jika ditarik lebih jauh, selama 3 tahun terakhir jumlah investor reksa dana telah tumbuh 342,89 persen dari posisi per akhir 2018 yang hanya sebesar 995.510 SID.

Sebelumnya, Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menyebut salah satu pendorong utama masuknya anak muda ke pasar modal adalah tingkat literasi mengenai investasi yang semakin tinggi ditopang oleh berbagai kanal informasi yang semakin mudah diakses, terutama melalui sosial media.

Di sisi lain, digitalisasi juga membuat proses transaksi efek di pasar modal semakin mudah dan terjangkau, termasuk pembukaan rekening efek yang kini dapat dilakukan melalui internet, salah satunya melalui agen penjual perusahaan teknologi finansial atau fintech.

“Ini terlihat dari data kita, lebih dari 60 persen SID di pasar modal memiliki rekening di fintech-fintech itu,” kata Uriep kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dia menyebut tren positif dari pertumbuhan investor ini akan mendorong pengembangan pasar modal yang lebih baik ke depannya, termasuk bagaimana mengantisipasi transformasi digital di sektor pasar modal.

“Intinya jadi lebih efisien, akurat, bisa untuk para pemangku kepentingan regulator, untuk bikin roadmap, bikin business plan, bagaimana bisa lebih mudah, lebih cepat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper