Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Tunggu Hasil Pertemuan The Fed, Harga Emas Stabil

Stabilnya harga emas juga disebabkan oleh imbal hasil US Treasury yang mulai menemukan level terendahnya untuk jangka pendek.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  09:38 WIB
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com
Emas batangan cetakan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam dalam sepekan terakhir mengalami lonjakan hingga menyentuh hampir Rp1 juta per gram. - logammulia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas terpantau turun tipis menjelang rilis hasil pertemuan bulanan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed untuk April yang menentukan arah ekonomi dan inflasi.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (19/5/2021), harga emas di pasar Spot turun 0,15 persen di level US$1.866,57 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex terkoreksi 0,11 persen pada posisi US$1.865,90 per troy ounce.

Harga emas masih berada di dekat level tertinggi selama tiga bulan, yakni US$1.875,10 per troy ounce yang dicetak pada Selasa (18/5/2021) kemarin.

Para investor tengah menunggu rilis hasil pertemuan The Fed yang akan menawarkan pemahaman mendalam terhadap pandangan bank sentral terkait tekanan harga. Dalam riset Bank of America Corp., inflasi menjadi risiko utama, diikuti dengan taper tantrum pasar obligasi, gelembung aset (asset bubbles), dan pandemic virus corona.

Penguatan harga yang belakangan terjadi ditopang oleh mulai masuknya dana ke exchange traded funds (ETF) berbasis emas. Hal ini semakin sentimen positif bagi investor untuk Kembali ke aset safe haven.

Emas, yang umumnya dijadikan sebagai aset untuk lindung nilai terhadap kenaikan inflasi, juga diuntungkan dengan pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi AS atau US Treasury.

Edward Moya, Senior Market Analyst Oanda Corp. menyebutkan, stabilnya harga emas juga disebabkan oleh imbal hasil US Treasury yang mulai menemukan level terendahnya untuk jangka pendek.

“Outlook untuk emas masih bullish mengingat kebijakan moneter yang diterapkan oleh dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas komoditas logam mulia

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top