Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alfamart: Kenaikan Penjualan Ramadan 2021 Karena Anomali 2020

Kinerja penjualan yang menguat pada momen Ramadan-Lebaran 2021 ini lebih disebabkan oleh efek low base atau karena penjualan menyentuh titik terendah pada Ramadan 2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  19:28 WIB
TANGERANG - Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Peter Suryadi, Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Tomin Widian, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. A. Hans Prawira, dan Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Solihin memaparkan kinerja perusahaan pada 2020 dan rencana bisnis 2021 dalam parparan publik di Alfa Tower, Alam Sutera, Kamis (6/5/2021). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
TANGERANG - Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Peter Suryadi, Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Tomin Widian, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. A. Hans Prawira, dan Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Solihin memaparkan kinerja perusahaan pada 2020 dan rencana bisnis 2021 dalam parparan publik di Alfa Tower, Alam Sutera, Kamis (6/5/2021). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten peritel eceran PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. mengatakan pendapatan pada momen Ramadan dan Lebaran 2021 mulai kembali ke level seperti sebelum pandemi walaupun belum pulih benar.

Presiden Direktur Sumber Alfaria A. Hans Prawira mengatakan kinerja penjualan yang menguat pada momen Ramadan-Lebaran 2021 ini lebih disebabkan oleh efek low base atau karena penjualan menyentuh titik terendah pada periode yang sama tahun lalu.

“Ramadan sekarang memang pertumbuhan sales cukup bagus, dobel digit 14 persen - 15 persen, ini relatif normal dibandingkan periode-periode sebelum pandemi,” kata Hans dalam paparan publik, Kamis (6/5/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham AMRT ini mencatatkan kenaikan penjualan pada kisaran 15 persen - 20 persen dibandingkan kondisi normal saat Ramadan-Lebaran sebelum pandemi.

Pada tahun lalu ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan, pengelola gerai Alfamart ini hanya mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 6 persen - 7 persen saat momen Ramadan-Lebaran.

“Tapi perlu kita ingat pertumbuhan dobel digit ini karena low base sebesar 6 persen-7 persen tahun lalu dibandingkan 2019,” imbuh Hans.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian menambahkan tahun ini perseroan memasang target pertumbuhan yang moderat dengan harapan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Karena diharapkan dengan proses vaksinasi yang sudah berlangsung, masyarakat lebih percaya diri untuk melanjutkan aktivitas termasuk berbelanja di gerai kami,” kata Tomin.

Untuk menggenjot kinerja, AMRT sudah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp2,5 triliun - Rp3 triliun. Sebagian capex itu akan digunakan untuk membuka gerai baru sebanyak 650—850 gerai dan perpanjangan masa sewa gerai yang berakhir tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, AMRT mencatatkan pendapatan senilai Rp75,82 triliun. Realisasi itu naik 3,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya Rp72,94 triliun.

Kendati pendapatan meningkat, beban yang meningkat bikin laba AMRT tercatat senilai Rp1,06 triliun pada 2020 atau turun 4,58 persen dibandingkan 2019 senilai Rp1,11 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alfamart lebaran
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top