Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Broker Saham Susut Lagi, per April Hanya Rp396,2 Triliun

Nilai transaksi sekuritas sepanjang April 2021 hanya Rp396,21 triliun, lebih rendah dari Maret yang mencapai sekitar Rp569,04 triliun bahkan jauh di bawah transaksi Januari yang menyentuh rekor Rp849,12 triliun selama sebulan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  13:02 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Bisnis.com, JAKARTA - Nilai transaksi pialang saham secara bulanan terpantau kembali menyusut pada April 2021. Berdasarkan data Bloomberg, transaksi sepanjang April 2021 hanya mencapai Rp396,21 triliun, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp569,04 triliun.

Nilai transaksi ini juga jauh lebih rendah dibandingkan awal tahun ini, yang mana sepanjang Januari 2021 nilai transaksi broker menyentuh rekor Rp849,12 triliun selama sebulan.

Sekuritas asal Korea Selatan Mirae Asset Sekuritas masih bercokol di posisi pertama sebagai sekuritas dengan transaksi bulanan tertinggi dengan total nilai transaksi Rp36,62 triliun.  

Akan tetapi, sejalan dengan tren industri, nilai transaksi sekuritas berkode YP ini juga mengalami penurunan sepanjang bulan April, dari total nilai transaksi yang dibukukan sepanjang bulan sebelumnya yakni Rp58,67 triliun.

Adapun, Mirae Asset Sekuritas paling banyak mentransaksikan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dengan total transaksi Rp2,29 triliun. Kemudian saham PT MD Pictures Tbk. (FILM) sebanyak Rp1,65 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebanyak Rp1,41 triliun.

Selanjutnya, di posisi kedua ada Mandiri Sekuritas dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun sepanjang April, juga mengalami penurunan dibandingkan Rp37,94 triliun sepanjang Maret. 

Berbeda dengan YP, sekuritas berkode CC terpantau paling banyak mentransaksikan PT Bank Centak Asia Tbk. (BBCA) dengan total Rp2,43 triliun. Baru disusul ANTM senilai Rp1,44 triliun dan BBRI senilai Rp1,22 triliun.

Pada posisi tiga ada UBS Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi Rp21,38 triliun. Sama seperti dua sekuritas sebelumnya, UBS Sekuritas juga mencatatkan penurunan dari posisi Rp31,45 triliun pada bulan sebelumnya.

UBS Sekuritas Indonesia berturut-turut paling banyak mentransaksikan BBCA, BBRI, dan BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.), dengan total nilai transaksi masing-masing Rp3,38 triliun. Rp1,97 triliun, dan Rp1,13 triliun.

Mengekor ketiga sekuritas tersebut, di posisi 4-6 ada CIMB Securities Indonesia (Rp21,21 triliun), Indo Premier Sekuritas (Rp20,07 triliun), dan JP Morgan Sekuritas Indonesia (Rp17,39 triliun).

Kemudian berturut-turut diikuti oleh Credit Suisse Securities Indonesia (Rp16,96 triliun), Maybank Kim Eng Securities (Rp14,09 triliun), Macquarie Capital Securities (Rp12,40 triliun), serta CLSA Sekuritas Indonesia (Rp11,60 triliun).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia sekuritas
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top