Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Pasar: Jalan Terjal Dompet Negara Hingga Sinyal Kredit Mulai Gesit

Kabar dari sejumlah sektor ekonomi yang menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Jumat (30/4/2021), pemerintah menghadapi sujumlah tantangan berat untuk merealisasikan target penerimaan negara.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 30 April 2021  |  07:05 WIB
Sri Mulyani mempromosikan buah dan kopi lokal Indonesia. - Instagram @smindrawati
Sri Mulyani mempromosikan buah dan kopi lokal Indonesia. - Instagram @smindrawati

Bisnis.com, JAKARTA – Kabar dari sejumlah sektor ekonomi yang menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi hari ini, Jumat (30/4/2021), pemerintah menghadapi sujumlah tantangan berat untuk merealisasikan target penerimaan negara.

Di sisi lain, manajer investasi melirik indeks syariah tematik pertama yang diluncurkan oleh BEI, IDX-MES BUMN 17, untuk dijadikan acuan dalam membuat produk reksa dana. Kemudian juga permintaan penilaian kredit oleh lembaga keuangan untuk keperluan analisis kredit terpantau meningkat.

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini seputar perekonomian di Indonesia:

1. Jalan Terjal Dompet Negara

Pemerintah menghadapi sejumlah tantangan berat untuk merealisasikan target penerimaan negara yang meliputi pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah pada tahun depan di kisaran Rp1.823,5 triliun-Rp1.895,4 triliun. Sementara ketidakpastian ekonomi yang disulut pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat penerimaan negara berisiko tidak maksimal.

2. MI Lirik Indeks Syariah Baru

Manajer investasi melirik indeks syariah tematik pertama yang diluncurkan Bursa Efek Indonesia, IDX-MES BUMN 17, untuk dijadikan acuan dalam membuat produk reksa dana. Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Iggi Haruman Achsien mengatakan setidaknya dua manajer investasi yang menyatakan ketertarikan untuk membuat produk tersebut.

3. Pemulihan AS Belum Substansial

Meskipun tingkat pengangguran menurun dan inflasi Amerika Serikat cenderung naik, Federal Reserve menganggap indikator pemulihan ekonomi AS belum menunjukkan kemajuan substransial. Bank sentrak tidak memberi isyarat akan mengurangi pembelian aset tahun ini.

4. Logam Mulia Tambah Tenaga

Pada perdagangan kemarin, Kamis (29/4/2021) siang, harga emas di pasar spot sempat menguat hingga 0,27 persen pada level US$1.786,57 per troy ounce. Harga logam mulia ini naik pada posisi tertinggi dalam satu sesi perdagangan seiring dengan pelemahan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury.

5. Sinyal Kredit Mulai Gesit

Permintaan penilaian kredit oleh lembaga keuangan untuk keperluan analisis kredit meningkat. Naiknya permohonan bisa menjadi sinyal permintaan kredit yang mulai tumbuh. Menurut Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu program vaksinasi merupakan salah satu faktor kunci yang mendukung pulihnya aktivitas bisnis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Indeks BEI kredit penerimaan negara kabar pasar
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top