Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Suspensi ZBRA Dua Kali April Ini, Rudy Tanoe Lakukan Klarifikasi

Kuasa direksi Zebra Nusantara, serta Direktur Utama DNR Corporation Rudy Tanoesoedibjo, menerangkan saat ini emiten yang menggunakan kode saham ZBRA tengah melakukan klarifikasi kepada BEI. Keterangan ini disebutkan pada sharing session yang dilaksanakan Trinity Healthcare.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 April 2021  |  19:59 WIB
Manajemen PT Trinity Healthcare (THC) dan PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) menyampaikan strategi bisnis ke depan.  - Ika Fatma/Bisnis.
Manajemen PT Trinity Healthcare (THC) dan PT Zebra Nusantara Tbk. (ZBRA) menyampaikan strategi bisnis ke depan. - Ika Fatma/Bisnis.

Bisnis.com, JAKARTA – Melonjaknya saham emiten transportasi PT Zebra Nusantara Tbk. pasca pengumuman akuisisi PT Dos Ni Roha pada keterbukaan informasi 1 April 2021 lalu, membuat emiten ini telah dua kali tersuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kuasa direksi Zebra Nusantara, serta Direktur Utama DNR Corporation Rudy Tanoesoedibjo, menerangkan saat ini emiten yang menggunakan kode saham ZBRA tengah melakukan klarifikasi kepada BEI. Keterangan ini disebutkan pada sharing session yang dilaksanakan Trinity Healthcare.

“Kami sedang melakukan klarifikasi dengan bursa …. Tapi intinya tidak ada hal-hal di luar aturan yang kami lakukan semuanya berjalan dengan baik,” ungkap Rudy pada acara sharing session, Jumat (9/4/2021).

Terlepas dari itu, meroketnya harga saham ZBRA ini disambut baik oleh Rudy sebagai kuasa direksi ZBRA. Dia mengucapkan terima kasih dan juga apresiasi atas animo masyarakat yang berinvestasi di Zebra Nusantara.

Menurutnya kenaikan lonjakan harga saham ini dikarenakan investor yang tidak hanya melihat Zebra Nusantara saat ini melainkan perkembangan emiten ini yang akan datang.

Di samping itu, Rudy menjamin bahwa ZBRA tidak melakukan tindakan yang ramai diberitakan di media sosial di antaranya aksi goreng-menggoreng saham, insider trading, ataupun copet-mencopet saham.

“Saya pastikan tidak ada itu karena itu melanggar undang-undang,” kata Rudy.

Menurutnya ZBRA sendiri telah menjelaskan rencana akuisisi emiten itu pada keterbukaan informasi 1 April 2021 lalu dan bisa diakses oleh investor maupun masyarakat umum.

Selain itu, dia berpendapat pentingnya edukasi terkait investasi agar masyarakat bisa bijak berinvestasi. Dia menambahkan, investasi bukanlah tempat berspekulasi, maupun tempat goreng-menggoreng karena hal tersebut tidaklah benar.

Berdasarkan keterangan BEI, perdagangan saham ZBRA pertama kali dalam bulan ini diberhentikan sementara dalam rangka cooling down pada 1 April 2021 dan dibuka kembali pada 5 April 2021. Kemudian penghentian sementara kembali dilakukan pada Rabu (7/4/2021) lalu untuk perdagangan tanggal 8 April 2021.

Berdasarkan data Bloomberg, saham ZBRA yang tengah mengalami suspensi saat ini berada di level Rp840 per lembar saham. Berdasarkan catatan Bisnis, Per Kamis (1/4/2021), saham ZBRA itu ditutup di level Rp540 atau melambung 404,67 persen secara year-to-date (ytd) dari Rp107. Posisi ini sekaligus menjadi yang tertinggi, setidaknya, dalam 5 tahun terakhir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham rudy tanoesoedibjo aksi emiten zebra nusantara
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top