Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang Sukuk Besok Diprediksi Sepi, Penawaran Maksimal Rp20 Triliun

Salah satu sentimen utama penekan pasar surat utang dalam negeri adalah tren kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS atau US Treasury yang masih berlanjut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 April 2021  |  14:21 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (6/4/2021) besok diprediksi tetap sepi seiring dengan sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, lelang sukuk negara pada Selasa kemungkinan masih akan sepi. Hal tersebut akan melanjutkan tren negatif lelang SUN maupun Sukuk Negara yang terjadi selama beberapa pekan belakangan.

“Sepertinya tidak akan berubah dan tetap sepi. Hasil penawaran yang masuk kemungkinan berada di kisaran Rp10 triliun–Rp20 triliun,” katanya saat dihubungi pada Senin (5/4/2021).

Fikri memaparkan, salah satu sentimen utama penekan pasar surat utang dalam negeri adalah tren kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS atau US Treasury yang masih berlanjut. Hal tersebut berimbas pada tertekannya yield pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Di sisi lain, pasar obligasi emerging market juga cenderung lebih tertekan selama sepekan belakangan. Hal tersebut menyusul pelemahan nilai tukar Lira Turki seiring dengan pemecatan Kepala Bank Sentral negara tersebut.

“Hal ini membuat investor asing cenderung lebih menahan diri untuk masuk ke pasar primer seperti lelang. Apalagi, kupon di pasar sekunder saat ini juga masih lebih tinggi dibandingkan pasar primer,” paparnya.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri juga akan menekan prospek lelang sukuk negara. Hal ini salah satunya disebabkan oleh prospek tertahannya pemulihan ekonomi Indonesia seiring dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah.

Selain itu, pelaku pasar juga akan memantau kabar terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang berakhir pada hari ini. Menurut Fikri, sentimen positif akan muncul apabila PPKM diperpanjang dengan sejumlah pelonggaran.

Fikri melanjutkan, larangan mudik yang diumumkan pemerintah pada pekan lalu juga akan berperan dalam situasi lelang SUN. Ia memaparkan, pemberlakuan kebijakan tersebut akan menahan laju konsumsi dalam negeri.

Pemerintah berencana kembali melaksanakan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (6/4/2021).

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah bakal melakukan lelang untuk 1 seri surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan 5 seri project based sukuk (PBS).

Seri-seri tersebut adalah SPN-S 10092021 (reopening), PBS027 (reopening), PBS017 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS028 (reopening).

“[Lelang] untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021,” seperti dikutip dari keterangan DJPPR Kemenkeu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lelang Obligasi sukuk sun Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top