Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Rilis Peraturan Baru Terkait Pencatatan Sukuk

Peraturan baru ini dipercaya memberikan kemudahan persyaratan hingga biaya pencatatan yang lebih rendah. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  20:58 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai berlakukan Peraturan Nomor I-G perihal Pencatatan Sukuk pada hari ini Jumat (26/3/2021). Peraturan baru ini dipercaya memberikan kemudahan persyaratan hingga biaya pencatatan yang lebih rendah. 

Sebelum Peraturan I-G berlaku, pencatatan sukuk mengacu pada Peraturan I-B perihal Pencatatan Efek Bersifat Utang. BEI mengharapkan perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat memperluas akses pendanaan melalui efek syariah. 

 “Dengan adanya Peraturan I-G ini, diharapkan perusahaan-perusahan di Indonesia dapat memperluas akses pendanaan melalui efek syariah, khususnya sukuk dan terfasilitasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta operasional melalui pendanaan di pasar modal Indonesia,” paparnya dalam rilis BEI, Jumat (26/3/2021). 

BEI menyebutkan peraturan baru itu mencakup empat hal. Pertama, tidak mengatur persyaratan yang bersifat kuantitatif sebagaimana diatur dalam peraturan sebelumnya tetapi tetap memenuhi aspek perlindungan investor. 

Selain itu turut mengakomodasi perusahaan yang termasuk dalam perusahaan aset skala kecil dan menengah sebagaimana dimaksud dalam POJK 53/POJK.04/2017 untuk dapat menerbitkan Efek Bersifat Utang. 

Kedua, ketentuan biaya pencatatan sukuk relatif lebih rendah dibandingkan dengan pencatatan efek bersifat utang, dalam rangka mendukung peningkatan penerbitan Sukuk di pasar modal oleh BEI

Ketiga, terdapat stimulus terhadap biaya pencatatan tahunan sukuk berupa pemotongan sebesar 50 persen dari penghitungan nilai biaya pencatatan tahunan sukuk, selama jangka waktu 5 tahun sejak diterbitkannya Peraturan I-G. 

Keempat, bagi sukuk yang telah tercatat di BEI sebelum Peraturan I-G diberlakukan, ketentuan mengenai biaya pencatatan tahunan akan ditagihkan mulai Januari 2022. 

Sementara itu, bagi perusahaan tercatat, calon perusahaan tercatat dan pemerintah daerah yang telah memperoleh persetujuan prinsip untuk melakukan pencatatan sukuk sebelum tanggal diberlakukannya Peraturan I-G, maka masih berlaku tarif biaya pencatatan tahunan sebagaimana diatur dalam peraturan sebelumnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bursa efek indonesia sukuk
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top