Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

VIVA Anggarkan Capex Rp1 Triliun dalam 6 Tahun ke Depan

Belanja modal ini akan dikhususkan untuk membuat konten dan juga bisnis digital emiten berkode VIVA itu untuk ekspansi bisnis perseroan.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  19:44 WIB
VIVA Anggarkan Capex Rp1 Triliun dalam 6 Tahun ke Depan
Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Novyan Bakrie dalam siaran virtual, 15 Maret 2021 - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten media PT Visi Media Asia Tbk. menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp1 triliun dalam 5-6 tahun ke depan.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur Visi Media Asia Anindya Novyan Bakrie. Capex ini akan dikhususkan untuk membuat konten dan juga bisnis digital emiten berkode VIVA itu untuk ekspansi bisnis perseroan.

“[Belanja modal ini] untuk mengakselerasi dengan kerja sama dengan influencer, membuat community-based digital network, kolaborasi tadi itu akan membuat efek yang lebih besar lagi,” kata Anin dalam siaran virtual pada Senin (15/3/2021). 

Lebih lanjut, Anin menjelaskan detail rencana ini masih dalam proses yang akan dibuat baik-baik, dan disiapkan dengan waktu yang juga baik-baik agar tujuannya tercapai. 

Emiten Media milik Grup Bakrie itu rencananya juga akan mendirikan perusahaan digital pada tahun 2021 ini sebagai langkah transformasi bisnisnya ungkap Direktur Utama PT Intermedia Capital Tbk. Arief Yahya.

“Tahun ini perusahaannya akan diumumkan oleh Pak Anin,” kata Arief dalam kesempatan yang sama. 

Arief mengungkapkan bahwa VIVA telah memutuskan sekitar 15-20 persen valuasi emiten ini akan berujung pada bisnis digital. Dia menyebutkan akan memulai dengan kerja sama jangka panjang dengan provider digital platform dengan harapan dimulai minimal di dalam investasinya. 

Transformasi digital ini menurutnya adalah langkah yang diperlukan untuk bertahan. Di sisi lain, Anin menegaskan bahwa masih mengandalkan televisi sambil mengembangkan transformasi digital. 

Anin menjelaskan penetrasi televisi di VIVA pada 2020 mencapai 91 persen, sementara untuk platform digital 62 persen. Sementara untuk adspend televisi pada 2020 masih unggul dibanding digital yang berada di angka 25 persen dan televisi yaitu 53 persen. 

Namun untuk 2024, adspend digital diperkirakan akan naik menjadi 37 persen dan televisi tetap unggul tetapi akan berkurang menjadi 49 persen berdasarkan perkiraan Media Partners Asia.

“That’s why kita taruh di sini TV here to stay, digital growing. Bagaimana paling bagus, kita bisa dapat dua-duanya,” ungkap Anin. 

Mewujudkan hal ini, Anin menyebutkan akan menggunakan strategi sinergi, inovasi, dan kolaborasi untuk mencapai cita-cita VIVA ke depan. 

Sebelumnya berdasarkan catatan Bisnis, VIVA menganggarkan Rp100 miliar untuk capex tahun 2021 ini dengan salah satu fokus pembangunan infrastruktur penyiaran tv digital atau multispleksing (MUX). 

Adapun, sekitar 75 persen dari capex tersebut atau sekitar Rp75 miliar akan diserap oleh entitas anak perseroan yakni PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) yang menaungi salah satu stasiun free to air (FTA) VIVA Group yakni ANTV. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal visi media asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top