Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Rebound Awal Perdagangan, IHSG Berbalik Terkoreksi Tipis

IHSG terpantau melemah 0,08 persen atau 5,16 poin ke level 6.243,31. Pada sesi preopening, IHSG sempat naik 0,16 persen atau 10,2 poin ke level 6.258,67 pada sesi preopening.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  09:04 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona hijau hari ini, Selasa (9/3/2021).

IHSG terpantau melemah 0,08 persen atau 5,16 poin ke level 6.243,31. Pada sesi preopening, IHSG sempat naik 0,16 persen atau 10,2 poin ke level 6.258,67 pada sesi preopening.

Terpantau 129 saham menguat, 178 saham koreksi, dan 180 saham stagnan. Kapitalisasi pasar pada awal perdagangan tercatat sebesar Rp7.346,09 triliun.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemuncak daftar saham yang dibeli oleh investor asing pada sesi perdagangan hari ini dengan nilai beli bersih sebesar Rp4,4 miliar hingga pukul 09.03.

Menyusul dibelakangnya adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net foreign buy Rp1,6 miliar Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga diborong oleh para investor  dengan nilai net foreign buy Rp551,7 juta. Menyusul dibelakang KLBF adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sebesar Rp532,4 juta.

MNC Asset Management memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terkoreksi seiring dengan tingginya tekanan jual pada hari ini, Selasa (9/3/2021).

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan IHSG berpeluang melemah pada hari ini seiring dengan naiknya yield obligasi AS atau US Treasury ke level 1,606 persen. Kenaikan ini telah berimbas pada penurunan performa indeks di AS.

Tercatat, indeks Nasdaq ditutup melemah 2,41 persen, sementara S&P 500 turun 0,54 persen. Di sisi lain, indeks Dow Jones ditutup menguat sebesar 0,97 persen.

Koreksi pada pasar saham AS juga berimbas pada pasar komoditas.  Harga minyak mentah tercatat turun 2,37 persen, yang diikuti oleh penurunan harga emas sebesar 1,08 persen. Selanjutnya, harga batu bara terkoreksi 2,48 persen, sedangkan timah turun 0,17 persen.

Edwin melanjutkan, kombinasi dari turunnya sebagian indeks di Wall Street, kejatuhan komoditas, pelemahan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, dan naiknya yield obligasi baik di AS dan Indonesia membuat IHSG akan kesulitan menguat dan berpeluang kembali dilanda tekanan jual pada hari ini.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top