Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Minyak Rose Brand (TBLA) Cetak Pendapatan Rp10,8 Triliun

PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) berhasil mencetak pendapatan pada 2020 lebih tinggi 27,31 persen dibandingkan dengan pencapaian 2019.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  14:40 WIB
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen minyak goreng Rose Brand, PT Tunas Baru Lampung Tbk., berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang signifikan pada 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham TBLA itu mencetak pendapatan sebesar Rp10,86 triliun pada 2020. Realisasi itu lebih tinggi 27,31 persen dibandingkan dengan pencapaian 2019 sebesar Rp8,53 triliun.

Segmen perkebunan berkontribusi sebesar Rp903,3 miliar dari total keseluruhan pendapatan 2020, sedangkan segmen pabrikasi sebesar Rp15,63 triliun.

Namun demikian, terdapat eliminasi sekitar Rp5,67 triliun sehingga total pendapatan perseroan 2020 sebesar Rp10,86 triliun.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan itu, TBLA mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan sebesar Rp8,23 triliun, naik dari posisi 2019 sebesar Rp6,43 triliun.

Sejalan dengan hal itu, TBLA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp678,02 miliar. Capaian itu, naik 2,29 persen dibandingkan dengan pencapaian laba 2019 sebesar Rp662,82 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas TBLA naik menjadi Rp13,54 triliun pada akhir 2020, lebih tinggi daripada posisi akhir 2019 sebesar Rp12 triliun.

Sementara itu, total aset TBLA juga naik menjadi Rp19,43 triliun per Desember 2020, dibandingkan dengan per akhir Desember 2019 sebesar Rp17,3 triliun. Total itu termasuk kas setara kas sebesar Rp479,57 miliar.

Adapun sebelumnya, perseroan berencana menerbitkan obligasi global atau global bond mencapai US$400 juta atau setara Rp5,96 triliun dengan menggunakan kurs tengah per 30 September 2020, Rp14.918 per dolar AS.

Dalam prospektus, emiten berkode saham TBLA itu mengungkapkan saat ini dalam tahap ekspansi usaha dengan cara pengembangan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk.

“Perseroan bermaksud untuk menerbitkan obligasi baru dalam mata uang dolar AS dengan jumlah sebanyak-banyaknya US$400 juta,” tulis Manajemen Tunas Baru Lampung dikutip dari prospektusnya, Kamis (4/2/2021).

Obligasi tersebut akan diterbitkan melalui entitas usaha perseroan, TBLA Internasional, dan direncanakan memiliki tenor selambat-lambatnya pada tahun ketujuh sejak tanggal diterbitkannya atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak.

Perseroan berkeyakinan dengan menerbitkan obligasi baru itu, akan memberikan manfaat terhadap kondisi keuangan, memperpanjang profil jatuh tempo hutang perseroan, dan melaksanakan rencana sejalan dengan strategi bisnis yang disusun perseroan.

Dengan penerbitan obligasi ini, TBLA juga mengharapkan likuiditas keuangan lebih terjaga mengingat obligasi baru ini memiliki tenor yang lebih panjang daripada obligasi dan fasilitas kredit yang ada saat ini.

Untuk melancarkan rencana penerbitan itu, perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Maret 2021 untuk meminta restu pemegang saham atas rencana penerbitan obligasi baru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit minyak goreng tunas baru lampung tbla
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top