Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Berpeluang Menguat, Saham BNI, BMRI, BJTM Layak Dicermati

Pergerakan IHSG telah menguji garis MA 20 sehingga kemungkinan peluang terjadinya penguatan menuju ke level resistance ke depannya masih terbuka lebar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  21:21 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali rebound pada perdagangan Selasa (9/3/2021). Sejumlah saham perbankan menarik dikoleksi.

Pada pembukaan perdagangan Senin (8/3/2021) indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau di level 6.304 dan langsung naik 0,75 persen pada pukul 09.03 WIB ke posisi 6.308,66.

Namun, hingga akhir sesi II, IHSG berbalik melemah dan ditutup koreksi 0,16 persen atau 10,28 poin menjadi 6.248,46. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 6.239,05-6.325,51.

Adapun, pada penutupan perdagangan pekan kemarin, IHSG parkir di level 6.258,75 melemah 0,51 persen atau 32,04 poin.

Dari keseluruhan konstituen, sebanyak 220 saham berhasil menguat, 255 saham melemah, sedangkan 159 saham lainnya tampak tidak bergerak dari posisi pada perdagangan sebelumnya.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusti Utama menuturkan berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance minimum IHSG berada pada 6179.13 hingga 6351.18.

"Berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral," ujarnya, Senin (8/3/2021).

Pergerakan IHSG telah menguji garis MA 20 sehingga kemungkinan peluang terjadinya penguatan menuju ke level resistance ke depannya masih terbuka lebar.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

BBNI, Daily (6000) (RoE: 2.91%; PER: 33.98x; EPS: 177.32; PBV: 0.99x; Beta: 1.99)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 5825 – 6025, dengan target harga di level 6175, 6450, 6750, 7500 dan 7950. Support: 5825 & 5625.

BJTM, Daily (830) (RoE: 14.78%; PER: 8.33x; EPS: 98.39; PBV: 1.23x; Beta: 1.51)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 715 – 830, dengan target harga secara bertahap di level 875 dan 1040. Support: 790 & 710.

BMRI, Daily (6425) (RoE: 8.83%; PER: 17.34x; EPS: 370.55; PBV: 1.53x; Beta: 1.38)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MAs 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 6325 – 6425, dengan target harga secara bertahap di level 6575, 7125, 7550, 7850 and 8050. Support: 6325, 6050 & 5600.

BSDE, Daily (1210) (RoE: 1.82%; PER: 40.80x; EPS: 29.53; PBV: 0.74x; Beta: 1.65)
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 1200 – 1210, dengan target harga secara bertahap di level 1230, 1255, 1285 dan 1425. Support: 1180 & 1145.

INTP, Daily (13250) (RoE: 6.58%; PER: 33.17x; EPS: 402.43; PBV: 2.17x; Beta: 1.33)
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “ Akumulasi” pada area level 13050 – 13300, dengan target harga secara bertahap di level 13850, 14875, 17250 dan 19625. Support: 13050 & 12300.

TPIA, Daily (9550) (RoE: 2.83%; PER: 234.70x; EPS: 40.69; PBV: 6.67x; Beta: 1.61)
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 9350 – 9550, dengan target harga secara bertahap di level 9700, 10100, 10425 dan 11800. Support: 9050.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top