Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BUMN Karya Tertekan,Saatnya Buy on Weakness?

Prospek saham BUMN karya dinilai dibayangi persepsi negatif terhadap kinerja emiten.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  07:25 WIB
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten BUMN karya mengalami koreksi harga saham sejak awal tahun. Potensi penurunan pendapatan ditengarai menjadi alasan investor memilih keluar dari BUMN karya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, secara year to date atau tahun berjalan harga saham BUMN karya mengalami penurunan. PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) memimpin pelemahan hingga 14,48 persen secara ytd ke level 1595.

Menyusul, emiten operator tol PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) mengalami penurunan hingga 12,1 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) turun 12,09 persen. Kemudian, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) turun 10,1 persen dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) turun 0,69 persen.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menuturkan turunnya sejumlah harga saham BUMN karya kemungkinan karena adanya asumsi kinerja tahunan akan turun di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"Asumsi ini muncul bukan karena semata-mata mereka tidak dapat proyek, tapi soal pembayaran ke BUMN karya tersebut. Seperti kita ketahui, BUMN karya banyak mengerjakan proyek infrastrukturnya pemerintah, ada kekhawatiran telat bayar," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, ketika pemerintah saat ini lebih banyak alokasikan dana untuk kesehatan dibandingkan dengan infrastruktur sehingga pelaku pasar berasumsi pembayaran atas pengerjaan proyek BUMN karya akan tertunda sehingga dapat mengurangi kinerjanya.

Reza menilai dari sisi level harga saham memang menarik untuk kembali di Buy on Weakness pada emiten-emiten tersebut. Namun, masalahnya sentimen kinerja ini masih ada sehingga potensi naik pun akan sulit jika persepsi tersebut masih ada.

Persepsi ini baru akan hilang ketika realisasi kinerja melalui laporan keuangan tahunan sudah keluar, sehingga investor dapat melakukan pilihan yang lebih berdasarkan data.

"Pelaku pasar tidak hanya melihat berapa banyak proyek yang dikerjakan, tapi juga melihat dari sekian banyak proyek yang dikerjakan berapa besar dapat menghasilkan pendapatan atau revenue," ujarnya.

Dia kemudian merekomendasikan hold untuk seluruh BUMN karya ditambah Jasa Marga. Rekomendasinya hold untuk JSMR dengan target price (TP) 4350, WSKT dengan TP 1500, PTPP dengan TP 1695, dan WIKA dengan TP 1860.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG BUMN rekomendasi saham bumn karya
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top