Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2020 Tertekan, Bagaimana Prospek Astra (ASII) Tahun Ini?

Kalangan analis memperkirakan kinerja Astra International (ASII) bisa bangkit pada tahun ini. Saham ASII pun direkomendasikan untuk dikoleksi para investor.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  20:13 WIB
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16 - 6).Hasil RUPS Astra International menyetujui Djony Bunarto Tjondro diangkat menjadi Presiden Direktur menggantikan Priyono Soegiarto yang juga disetujui menjadi Komisaris Utama. Nurul Hidayat
Suasana kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di kawasan Jln Sudirman, Jakarta pusat, Selas (16 - 6).Hasil RUPS Astra International menyetujui Djony Bunarto Tjondro diangkat menjadi Presiden Direktur menggantikan Priyono Soegiarto yang juga disetujui menjadi Komisaris Utama. Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan analis memproyeksi PT Astra International Tbk. dapat memperbaiki kinerjanya pada tahun ini, setelah mencetak penurunan kinerja pada 2020.

Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan bahwa kinerja emiten berkode efek ASII itu pada tahun ini akan terbantu oleh membaiknya prospek batu bara, sawit, dan otomotif.

“Kinerja lebih baik pada 2021 dibandingkan dengan 2020 karena mulai pulihnya ekspor otomotif pada kuartal I/2021, harga sawit, emas, dan batu bara yang masih cenderung bullish,” ujar Janson kepada Bisnis, Kamis (24/2/2021).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, ASII mencatatkan pendapatan bersih Rp175,046 triliun, lebih rendah 26,2 persen daripada pendapatan pada 2019 sebesar Rp237,166 triliun.

Dari jumlah tersebut,  laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penurunan 25,53 persen menjadi Rp16,16 triliun dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp21,7 triliun.

Janson menjelaskan bahwa penurunan kinerja perseroan ditekan sektor otomotif yang masih tumbuh mengecewakan pada 2020. Bahkan, pada kuartal IV/2020 kinerja sektor itu turun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya karena ekonomi domestik yang masih dibatasi oleh aturan PSBB sehingga konsumen memiliki prioritas dalam belanja.

Dengan asumsi perbaikan kinerja tahun ini, Janson menilai saham ASII masih bullish yang juga didukung industri yang terdiversifikasi, serta arus kas dan balance sheet perseroan yang kuat. Hal itu pun tercermin dari leverage yang rendah dengan cadangan kas yang tinggi.

Selain itu, price to book value (PBV) ASII juga tergolong rendah 1,5 kali sehingga harga cenderung murah. Dia merekomendasikan buy on weakness untuk ASII di Rp5.500 dengan target price Rp7.000.

Secara terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas juga mengatakan bahwa tahun ini peluang ASII untuk mencetak kinerja lebih baik sangat terbuka lebar.

“Sentimen DP 0 persen untuk mobil dan tren penurunan suku bunga, menjadi peluang ASII memperbaiki kinerja pada tahun ini, walaupun harus tetap perhatikan juga vaksinasi apakah bisa berhasil dan tingkat kesembuhan juga penyebarannya bisa diatasi,” ujar Sukarno kepada Bisnis, Kamis (25/2/2021).

Dia merekomendasikan hold untuk ASII dengan strategi buy on weakness. Namun, dia menilai investor sudah dapat akumulasi beli ASII mengingat penurunan saham sudah cukup dalam dari level tertinggi tahun ini.

Di lantai bursa, pada perdagangan Kamis (25/2/2021) ASII parkir di level Rp5.575, terkoreksi 0,89 persen. Kapitalisasi pasar ASII mencapai Rp225,7 triliun.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, dari 33 analis yang mengulas ASII, sebanyak 22 analis merekomendasikan beli, 9 analis merekomendasikan hold, sedangkan 2 sisanya jual. 

Target harga ASII dalam 12 bulan ke depan berada di posisi Rp6.766, yang mencerminkan potensi kenaikan 21,4 persen dari level harga ASII saat ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra rekomendasi saham Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top