Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hore! Emas Naik Lagi, Terdongkrak Pelemahan Dolar AS

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat US$2,4 atau 0,14 persen menjadi ditutup pada US$1.777,40 per ounce.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  07:57 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi waktu Jakarta (20/2/2021). Harga merangkak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah jatuh empat hari beruntun didorong pelemahan dolar AS.

Namun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menahan keuntungan lebih lanjut logam mulia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, terangkat US$2,4 atau 0,14 persen menjadi ditutup pada US$1.777,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (18/2/2021), emas berjangka naik US$2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi US$1.775,00.

Emas berjangka terpuruk US$26,2 atau 1,46 persen menjadi US$1.772,80 pada Rabu (17/2/2021), setelah anjlok US$24,2 atau 1,33 persen menjadi US$1.799,00 pada Selasa (16/2/2021), dan turun US$3,6 atau 0,2 persen menjadi US$1.823,20 dolar AS pada Jumat lalu (12/2/2021).

"Penurunan dolar AS kemungkinan telah mendorong emas lebih tinggi," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, yang menambahkan pergerakan tersebut juga bisa bersifat teknis.

Dolar turun 0,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utamanya dan tampaknya akan membukukan kerugian mingguan kedua berturut-turut.

"[Namun], masalah [untuk emas] tetap pada imbal hasil, dan kami terus melihat suku bunga di seluruh kurva bergerak lebih tinggi," tambah Melek.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10 tahun AS naik mendekati level tertinggi satu tahun sebelumnya.

Sementara emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi telah mendorong imbal hasil, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas masih mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter yang longgar dan suku bunga riil yang rendah tahun ini, kata para analis.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Kamis (18/2/2021) bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi AS baru-baru ini bukanlah alasan untuk mengurangi rencana paket bantuan pandemi US$1,9 triliun, telah mendukung emas dalam dua hari terakhir.

Emas menemukan dukungan tambahan ketika IHS Markit melaporkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS berada di 58,5 pada Februari, lebih rendah dari angka 59,2 pada Januari.

National Association of Realtors melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada atau existing home meningkat 0,6 persen menjadi 6,69 juta unit pada Januari, memberikan tekanan tertentu pada emas.

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 17,6 sen atau 0,65 persen menjadi ditutup pada US$27,254 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$18,4 atau 1,44 persen menjadi menetap di US$1.293,10 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas dolar as

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top