Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Baturaja (SMBR) Raih Kredit Sindikasi Rp1,7 Triliun, Siap Ekspansi

VP Corporate Secretary Semen Baturaja (Persero) Doddy Irawan menuturkan pinjaman tersebut diambil pada Selasa (16/2/2021). Penerimaan pinjaman sindikasi tersebut dari 7 perbankan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  22:05 WIB
Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim menandatangani perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kredit sindikasi senilai Rp1,7 triliun. istimewa
Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim menandatangani perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kredit sindikasi senilai Rp1,7 triliun. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen semen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) menerima kredit sindikasi perbankan dengan total nilai sebesar Rp1,7 triliun yang digunakan untuk pembiayaan kembali pembangunan pabriknya.

VP Corporate Secretary Semen Baturaja Doddy Irawan menuturkan pinjaman tersebut diambil pada Selasa (16/2/2021). Penerimaan pinjaman sindikasi tersebut dari 7 perbankan.

Ketujuh perbankan tersebut yakni, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), BPD Jawa Barat dan Banten (BJB), BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (BSB), BPD Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut), BPD Bengkulu (Bank Bengkulu), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Bank Mega Syariah (Bank Mega Syariah).

SMBR menandatangani Akta Addendum I Perjanjian Kredit Sindikasi No. 13 pada 16 Februari 2021 dan Akta Perjanjian Line Fasilitas Sindikasi Pembiayaan Musyarakah Mutanagishah No. 15 Tanggal 16 Februari 2021 di hadapan Notaris Fathiah Helmi di Jakarta.

"SMBR akan menerima Fasilitas Sindikasi dari BNI, BPD Jawa Barat & Banten, BPD Sumsel Babel, BPD Maluku Malut, BPD Bengkulu, Bank Mega dan Bank Mega Syariah dengan nilai Total sebesar Rp1,7 triliun dengan jangka waktu 132 bulan atau 11 tahun," jelasnya dalam keterangan, Rabu (17/2/2021).

Perhitungan 11 tahun tersebut, sejak penandatanganan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 28 pada 13 Agustus 2020 dengan bunga sebesar 9,4546 persen per tahunnya. Dengan ditandatanganinya akta perjanjian kredit tersebut maka total fasilitas kredit untuk SMBR telah berhasil dipenuhi.

Adapun, porsi masing-masing bank yakni, BBNI sebesar Rp950 miliar, BSB sebesar Rp150 miliar, BJB sebesar Rp200 miliar, Bank Maluku Malut sebesar Rp50 miliar, Bank Bengkulu sebesar Rp50 miliar, Bank Mega sebesar Rp100 miliar, dan Bank Mega Syariah sebesar Rp200 Miliar.

SMBR memberikan jaminan terdiri atas sebidang tanah, bangunan dan sarana Pelengkap di area Pabrik Baturaja II dengan dokumen SHGB No. 08 dan No. 09 dengan Hak Tanggungan Peringkat I, dan mesin serta peralatan Pabrik Baturaja II milik Debitur diikat dengan Fidusia.

Sementara itu, tujuan pinjaman tersebut guna pembiayaan kembali Proyek Pabrik Baturaja II yang telah dibiayai melalui fasilitas kredit sindikasi, penerbitan MTN dan untuk sebagian porsi self financing.

"Selain itu, dana digunakan untuk membiayai modal kerja atau operasional SMBR dalam jangka pendek," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen baturaja kredit sindikasi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top