Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Formasi SWF Lengkap, Bagaimana Laju Saham Konstruksi?

Saham emiten konstruksi, termasuk BUMN karya kompak menguat usai Presiden Joko Widodo mengumumkan dewan direksi Indonesia Investment Authority (INA).
Rayful Mudassir & Rivki Maulana
Rayful Mudassir & Rivki Maulana - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  12:44 WIB
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten konstruksi, termasuk BUMN karya kompak menguat di akhir sesi pertama perdagangan Selasa (16/2/2021). Penguatan terjadi bersamaan dengan penunjukkan dewan direksi Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund yang baru dibentuk pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan posisi direktur utama atau CEO INA ditempat oleh Direktur Utama Bank permata, Ridha Wirakusumah. Ridha akan didampingi empat direktur lain yang juga berasal dari kalangan profesional.

"Saya perlu menegaskan Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia investment authority yang disingkat INA ini mempunyai posisi yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Penunjukkan dewan direksi INA sekaligus melengkapi susunan kepengurusan lembaga pengelola investasi tersebut. Sebelumnya Jokowi sudah menunjuk tiga sosok dalam dewan pengawas untuk mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Di lantai bursa, saham Bank Permata ditutup melonjak 260 poin atau 11,45 persen ke level 2.530 pada sesi pertama. Pesta pora juga dialami saham emiten konstruksi kendati dengan kenaikan lebih kecil.

Empat saham BUMN karya kompak menguat yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT PP (Persero) Tbk. Saham WSKT mencatat nilai transaksi terbesar di antara emiten BUMN karya, yaitu Rp242 miliar.

Saham WSKT naik 1,86 persen ke level 1.640 kemudian disusul saham ADHI yang juga meningkat sebesar 1,62 persen. Saham WIKA dan PTPP turut menguat masing-masing 1,49 persen dan 1,09 persen.

Saham konstruksi diburu investor sejak INA dibentuk sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. Pasalnya, lembaga tersebut bakal mengelola dana triliunan rupiah untuk ditanam di beberapa proyek infrastruktur.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sebelumnya akan kembali menambah modal Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) sebesar Rp15 triliun melalui penyertaan modal negara (PMN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan suntikan modal tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan modal awal LPI sebesar Rp75 triliun.

“SWF atau LPI yang pada 2020 telah mendapatkan modal awal Rp15 triliun dan pada 2021 akan ditambah Rp15 triliun,” katanya dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senin (8/2/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn karya sovereign wealth fund SWF Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top