Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RHB Sekuritas Boyong 3 Perusahaan untuk Go Public Semester Ini

Ukuran dana yang dibidik maupun sektor calon perusahaan tercatat tersebut belum diungkapkan karena masih dalam tahap persiapan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  08:37 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT RHB Sekuritas Indonesia bakal memboyong 3 perusahaan menggalang dana di pasar modal lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada semester I/2021.

Presiden Direktur RHB Sekuritas Indonesia Iwanho menjelaskan dalam daftar tunggu (pipeline) perseroan terdapat 3 calon emiten yang akan mencatatkan saham dan 3 emiten yang akan mencatatkan obligasi pada paruh pertama tahun ini.

“Sejauh ini di RHB Sekuritas ada 3 emiten di pipeline IPO yang akan diluncurkan pada semester I/2021, sedangkan obligasi ada 3,” kata Iwanho kepada Bisnis, Minggu (31/1/2021).

Oleh karena masih dalam persiapan, Iwanho belum mengungkapkan terkait dengan ukuran dana yang dibidik maupun sektor calon perusahaan tercatat tersebut.

Adapun, Iwanho menyebut salah satu tantangan untuk IPO khususnya yang bernilai jumbo pada tahun ini berasal dari ketidakhadiran investor institusi terutama dari luar negeri.

Beberapa faktor yang sangat dicermati yaitu kejelasan arah ekonomi pasca pandemi dan keberhasilan program vaksinasi untuk memulihkan tingkat produk domestik bruto (PDB).

“[Selain itu] ukuran dari IPO juga berpengaruh ke selera asing untuk masuk/beli,” kata Iwanho.

Sementara itu, Iwanho menunjukkan selama saham IPO yang ditawarkan berpotensi oversubscribe diperkirakan minat penyerapan dari investor ritel masih tinggi. 

Pasalnya, investor ritel cenderung berinvestasi untuk jangka pendek dan memanfaatkan momentum kenaikan harga dalam persentase tinggi tak lama setelah diperdagangkan pertama kali di Bursa Efek Indonesia.

Kepada Divisi Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin menambahkan ada banyak faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan IPO.

“Selain kondisi pasar, tentunya industri itu sendiri outlook-nya bagaimana, valuasi, dan lainnya,” ujar Kim.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia go public initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top