Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Usaha Saratoga (SRTG) Ikut Serap IPO Provident Acquisiton di Nasdaq

Provident Acquisition Corp. dengan kode saham PAQ melakukan initial public offering (IPO) di bursa Nasdaq pada 7 Januari 2021 dengan menawarkan 23 juta saham seharga US$10 per saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  13:06 WIB
Saratoga Investama Sedaya
Saratoga Investama Sedaya

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. yaitu PT Nugraha Eka Kencana turut menyerap saham Provident Acquisition Corp. yang baru tercatat di Bursa Nasdaq pada awal tahun ini. 

Provident Acquisition Corp. dengan kode saham PAQ melakukan initial public offering (IPO) pada 7 Januari 2021 dengan menawarkan 23 juta saham seharga US$10 per saham. Di dalamnya termasuk 3 juta saham kelas A dan 1,5 juta waran yang diterbitkan untuk menutupi kelebihan penjatahan (over-allotment) dari penjamin emisi.

Dengan demikian, Provident Acquisition Corp. mengantongi dana segar US$230 juta.

Adapun, setiap lembar saham merupakan saham kelas A yang diterbitkan bersamaan dengan 1,5 waran. Setiap satu waran dapat ditukar dengan saham kelas A seharga US$11,50.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam IPO ini adalah Citigroup Global Markets Inc.

Investor utama (anchor investor) dalam IPO ini terdiri dari WF Asian Reconnaissance Fund Limited (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana (Saratoga), dan Aventis Star Investments Limited yang terafiliasi dengan Provident Group.

PT Nugraha Eka Kencana mengambil 1 juta saham biasa kelas A ditambah 500.000 waran dengan harga pembelian agregat US$10 juta.

Provident Acquisition Holdings Ltd. sebagai sponsor juga berkomitmen untuk membeli 6 juta waran.

“Secara keseluruhan, anchor investors membeli total 5,5 juta saham biasa kelas A dan 2,75 juta waran dengan nilai US$55 juta,” tulis Provident Acquisitions Corp., dikutip Kamis (20/1/2021).

Berdasarkan prospektus yang disampaikan kepada U.S Securities and Exchange Commission (SEC), Provident Acquisition Corp. merupakan perusahaan cek kosong (blank check company) yang didirikan dengan hukum Cayman Islands.

Perusahaan special purpose acquisition company (SPAC) ini memiliki tujuan melakukan merger, pertukaran saham, akuisisi, pembelian saham, mereorganisasi , atau kombinasi bisnis dengan satu atau lebih perusahaan.

Adapun, perusahaan SPAC biasanya dibentuk untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) terlebih dahulu tanpa diwajibkan memiliki rencana bisnis di masa depan.

Provident Acquisition Corp. menyampaikan saat ini belum memilih kombinasi bisnis spesifik yang ditargetkan. Namun, perseroan akan mencermati perusahaan berbasis konsumsi dengan potensi pertumbuhan tinggi di Asia, dan fokus khusus untuk perusahaan sektor teknologi di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Provident Group telah mengucurkan investasi ke Gojek pada 2017 dan ke GoPay pada 2020. Tak hanya Grup Gojek, perusahaan investasi global ini juga menyalurkan investasi ke Traveloka, JD.id, Pomelo, JD Central, Advance.AI di kawasan Asia Tenggara.

Emiten dari Indonesia yaitu PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) juga sempat mendapatkan investasi dari Provident Group.

Saham yang diterbitkan oleh perusahaan SPAC termasuk yang berisiko paling tinggi di pasar saham. Otoritas Bursa AS pun memberikan persyaratan yang ketat bagi perusahaan jenis SPAC, misalnya harus merealisasikan rencana merger dan akuisisi (M&A) dalam waktu dekat dan dana yang diperoleh dari IPO didepositkan dulu hingga aksi M&A terealisasi.

Saat ini, Provident Acquisition Corp. menempatkan dana dari IPO setelah dikurangi beban penjaminan emisi ke dalam akun trust di Amerika Serikat, dengan Continental Stock Transfer & Trust Company sebagai trustee. 

Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan menyampaikan bahwa perseroan baru pertama kali ini berpartisipasi dalam IPO perusahaan SPAC.

“Saratoga mengalokasikan anggaran investasi sekitar US$50 juta - US$100 juta untuk perusahaan-perusahaan potensial,” kata Devin kepada Bisnis, Kamis (20/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as saratoga investama sedaya initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top