Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Sekuritas Rekomendasikan Saham TINS hingga ASII

Hari ini, level support IHSG berada di 5,928, 5,852, sedangkan level resistan 6,150, 6,195.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  07:09 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Institutional Research MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan di tengah pergerakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang rentan koreksi.

Pada Kamis (7/1/2021), Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,45 persen atau 87,95 poin ke level 6.153,63 pada akhir perdagangan setelah bergerak dalam kisaran 6.090,36-6.158,04.

Sebanyak 279 saham menguat, sedangkan 187 saham melemah dan 169 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan mencapai 23,45 miliar saham dengan nilai mencapai Rp21,82 triliun. Adapun investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) mencapai Rp842,51 miliar.

Institutional Research MNC Sekuritas menyampaikan IHSG kembali menguat 1,5 persen pada perdagangan kemarin (7/1) dan ditutup di level 6,153. Diperkirakan terdapat dua skenario pada IHSG, dimana IHSG sudah menyelesaikan wave 4 dari wave (3) pada skenario merah.

"Namun demikian, dapat dicermati bila IHSG belum mampu menguat di atas 6,195, yang berarti koreksi IHSG belum selesai dan masih berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4 pada skenario biru," paparnya dalam publikasi riset.

Koreksi IHSG ini akan lebih terkonfirmasi bila IHSG turun ke bawah 5,928 atau bahkan 5,852. Hari ini, level support 5,928, 5,852, sedangkan level resistan 6,150, 6,195.

Institutional Research MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham TINS dan INKP, spekukasi beli WSKT, dan sell on strength ASII. Berikut ulasannya.

*TINS - Buy on Weakness* (1,815)Kemarin (7/1), TINS ditutup menguat signifikan sebesar 13,1% ke level 1,815 diiringi dengan tekanan beli yang besar. Saat ini, kami perkirakan posisi TINS sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (5). Hal tersebut berarti, TINS berpeluang melanjutkan penguatannya.Buy on Weakness: 1,720-1,800Target Price: 2,000, 2,100Stoploss: below 1,470

*INKP - Buy on Weakness* (11,425)Ditutup menguat 5,8% ke level 11,425 pada perdagangan kemarin (7/1), kami perkirakan posisi INKP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, INKP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.Buy on Weakness: 11,000-11,400Target Price: 12,000, 13,000Stoploss: below 10,150

*WSKT - Spec Buy* (1,670)WSKT kembali ditutup menguat 0,6% ke level 1,670 pada perdagangan kemarin (7/1). Kami perkirakan, saat ini posisi WSKT sedang berada di wave [v] dari wave 5 dari wave (C). Hal tersebut berarti, WSKT berpeluang untuk menguat.Spec Buy: 1,550-1,670Target Price: 1,750, 1,850Stoploss: below 1,405

*ASII - Sell on Strength* (6,075)Pada perdagangan kemarin (7/1), ASII ditutup terkoreksi 1,2% ke level 6,075. Kami perkirakan, selama ASII belum mampu menembus resistance 6,275, maka koreksi tersebut merupakan bagian dari awal wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti, ASII masih rentan untuk melanjutkan koreksinya, terlebih jika menembus support 5,825. Adapun level koreksi ASII berada pada rentang 5,500-5,825.Sell on Strength: 6,075-6,150

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top