Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibayangi Proyeksi Ekonomi dan Reshuffle Kabinet, IHSG Terkapar di Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah cukup tajam 0,84 persen pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (22/12/2020).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  11:37 WIB
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan hari ini dengan pelemahan cukup dalam. Pergerakan indeks dibayangi proyeksi ekonomi dan pergantian jajaran menteri atau reshuffle kabinet.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 51,73 poin atau 0,84 persen ke level 6.113,89. Indeks dibuka di level 6.146,64 dan bergerak di rentang 6.106,35 hingga 6.174,45.

Sebanyak 168 saham menguat, 308 saham melemah, dan 142 saham stagnan. Secara sektoral, 9 sektor melemah dan hanya 1 sektor yang menguat. Sektor pertambangan dan infrastruktur menyeret indeks ke zona merah setelah melemah masing-masing 1,99 persen dan 1,52 persen.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadi saham yang memimpin pelemahan IHSG hingga parkir di zona merah. Saham BBCA turun 1,02 persen sedangkan saham BMRI melemah 2,61 persen.

Total perdagangan saham mencapai 15,76 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp10,46 triliun. Investor asing mencatat net sell atau aksi jual bersih senilai Rp390,38 miliar di pasar reguler. 

Di kawasan Asia, bursa saham kompak tersungkur. Indeks Topix di Jepang dan Hang Seng di Hong Kong terpantau melemah, masing-masing 1,07 persen dan 0,009 persen. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,41 persen.

Sebagian besar saham Asia merosot sejak varian baru virus corona di Inggris muncul sehingga menimbulkan kekhawatiran baru saat proses vaksinasi di beberapa justru telah dimulai. Varian virus baru juga telah memicu gelombang lockdown dan pembatasan perjalanan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa tahun 2021 penuh dengan peluang. Selain itu, tahun depan juga menjadi momen pemulihan ekonomi baik nasional maupun global.

“Peluang itu terjadi. Pemulihan ekonomi yang ditunjukkan penguatan nilai tukar dan pasar saham,” katanya saat sambutan pada diskusi virtual, Selasa (28/12/2020).

Airlangga menjelaskan bahwa penguatan terlihat dari IHSG yang berada pada level sebelum adanya Covid-19. Awal tahun lalu berada pada nila 4.500, kini tembus 6.100.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan calon menteri barunya, Selasa (22/12/2020). Rencana ini sekaligus mengakhiri spekulasi soal kepastian waktu pengumuman reshuffle kabinet yang berhembus kencang belakangan ini.

Isu perombakan kabinet kian menguat seiring dengan adanya dua pos kosong menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Pertumbuhan Ekonomi rekomendasi saham Virus Corona
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top