Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indosat (ISAT) Lunasi Obligasi Rp301 Miliar

Melalui pengumuman informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (12/12/2020), emiten berkode saham ISAT tersebut menyatakan telah melakukan pembayaran pokok obligasi berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 Seri B.
GEDUNG INDOSAT. Bisnis/Himawan L Nugraha
GEDUNG INDOSAT. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk. (ISAT) mengumumkan telah melakukan pembayaran pelunasan efek bersifat utang.

Melalui pengumuman informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (12/12/2020), emiten berkode saham ISAT tersebut menyatakan telah melakukan pembayaran pokok obligasi berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 Seri B.

“Jumlah pembayaran pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 Seri B sebesar Rp301.000.000.000,- (tiga ratus satu miliar Rupiah),” tulis manajemen.

Adapun, sumber dana guna pelunasan pokok obligasi berasal dari kas internal emiten.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat (rating) “idAAA” untuk PT Indosat Tbk (ISAT) dan sejumlah surat utang yang telah diterbitkan perseroan.

Berdasarkan publikasi resmi Pefindo, perusahaan pemeringkat ini memberikan rating yang sama untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2018-2020, Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2017-2019, Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2014-2016, dan Obligasi VIII Tahun 2012 Seri B.

Tak hanya itu, Pefindo juga menegaskan peringkat “idAAA (sy)” untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahun 2018-2020 ISAT, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahun 2017-2019, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahun 2014-2016.

“Sementara prospek (outlook) dari peringkat perseroan adalah “stabil”,” tulis analis Pefindo Martin Pandiangan dan Niken Indriarsih dalam publikasinya, seperti dikutip Bisnis, Kamis (10/12/2020). 

Di sisi lain, pemulihan ekonomi pascapandemi yang lebih lama dari perkiraan dapat berdampak pada daya beli yang berdampak pada penurunan konsumsi produk dan layanan ISAT.

Sebelum pelunasan kewajiban ini terlaksana, BEI juga melayangkan surat untuk memintai keterangan perseroan terkait penjelasan atas volatilitas transaksi efek, dimana pada periode tanggal 2 sampai 4 Desember 2020 telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham ISAT.

Pihak BEI mencermati harga saham ISAT ditutup meningkat secara kumulatif`sebesar Rp350 atau 15,7 persen dari harga penutupan hari bursa tanggal 1 Desember 2020 pada Rp2.230 menjadi Rp2.580.

Rata-rata aktivitas transaksi juga meningkat menjadi sebanyak 50.349.467 saham dengan frekuensi 10.154 kali dibandingkan hari bursa tanggal 1 Desember 2020 sebanyak 4.509.200 saham dengan frekuensi 1.730 kali. Sementara itu, IHSG turun sebesar -12,46 poin dan indeks sektoral Jakinfra turun -5,22 poin.

Menanggai hal tersebut, manajemen menyatakan sampai dengan saat ini, tidak ada Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper