Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MNC Sekuritas: IHSG Rentan Koreksi, Rekomendasi Saham WSBP dan UNTR

Pergerakan IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3.
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Institutional Research MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham WSBP dan UNTR pada perdagangan Jumat (11/12/2020) di tengah potensi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada akhir perdagangan Kamis (10/12/2020), IHSG ditutup koreksi 0,18 persen ke level 5.933. Saham sektor konsumsi turun paling tajam sebesar 2,34 persen dan saham pertanian melemah 1,19 persen.

Pelemahan itu ditekan oleh saham rokok yang rontok seperti GGRM dan HMSP hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) setelah Kementerian Keuangan mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen.

Dalam publikasi risetnya, Institutional Research MNC Sekuritas menuliskan IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,933 pada perdagangan kemarin (10/12/2020). Diperkirakan pergerakan IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3.

Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,775 atau bahkan 5,563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6,000-6,010.

Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu. Berikut rekomendasi saham pilihan Institutional Research MNC Sekuritas hari ini.

*UNTR - Buy on Weakness* (26,025)Kemarin (10/12), UNTR terkoreksi 2,8% dan ditutup di 26,025. Kami perkirakan koreksi tersebut merupakan bagian dari wave 4, sehingga UNTR masih rentan untuk melanjutkan koreksinya. Namun demikian, manfaatkan koreksi tersebut untuk melakukan BoW. Setelah mengkonfirmasi terbentuknya wave 4, maka UNTR berpeluang menguat kembali. Buy on Weakness: 24,000-25,500Target Price: 27,200, 28,800Stoploss: below 23,000

*WSBP - Buy on Weakness* (234)Pada perdagangan kemarin (10/12), WSBP ditutup terkoreksi 1,7% ke level 234. Pada tanggal 4/12, kami merekomendasikan SoS pada WSBP dan saat ini WSBP sudah mengenai target koreksi minimal kami untuk membentuk wave 4 dari wave (C). Manfaatkan koreksi ini untuk melakukan BoW, setelah terkonfirmasi membentuk wave 4, maka WSBP berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave 5.Buy on Weakness: 212-230Target Price: 250, 280Stoploss: below 204

*ADRO - Sell on Strength* (1,545)ADRO bergerak terkoreksi dan ditutup pada level 1,545 pada perdagangan kemarin (10/12). Kami pernah merekomendasikan ADRO pada 4/12 lalu dan sudah mengenai target yang kami berikan. Saat ini, posisi ADRO sudah berada di akhir wave (v) dari wave [c] dari wave 3, sehingga penguatan ADRO akan relatif terbatas dan rentan koreksi untuk membentuk wave 4 dari wave (C). Adapun level koreksi ADRO kami perkirakan berada di rentang 1,410-1,490, level koreksi tersebut juga dapat dipergunakan sebagai level buyback.Sell on Strength: 1,545-1,580

*TKIM - Sell on Strength* (10,050)Pada perdagangan kemarin (10/12), TKIM menguat 2% dan ditutup di level 10,050. Kami perkirakan, selama TKIM belum mampu menguat di atas 10,300, maka posisi TKIM saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti, TKIM rentan untuk terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 9,000-9,300. Level koreksi tersebut juga dapat dijadikan level buyback.Sell on Strength: 10,050-10,300

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper