Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ambisi Hilmi Panigoro di Medco Power, Aksi IPO dan Aset 5.000 MW

Medco menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi listrik hingga mencapai 5.000 megawatt (MW) pada 2025.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  11:16 WIB
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 3x110 megawatt ini dikelola Medco Power Indonesia bersama Inpex, Itochu, Ormat and Kyushu Electric. - Medco Power
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 3x110 megawatt ini dikelola Medco Power Indonesia bersama Inpex, Itochu, Ormat and Kyushu Electric. - Medco Power

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk., melihat peluang untuk membawa entitas anak usaha di bidang kelistrikan, PT Medco Power Indonesia untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. MPI pun dicanangkan mengoperasikan daya hingga 5.000 MW.

Direktur Utama Medco Power Indonesia Eka Satria mengatakan bahwa menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi listrik hingga mencapai 5.000 megawatt (MW) pada 2025.

Adapun, kapasitas produksi listrik Medco Power saat ini baru mencapai 3.500 MW yang masih berfokus gas power dan juga coal.

“Pertumbuhan kapasitas menjadi 5.000 MW itu ditargetkan tercapai pada 5 tahun ke depan, bagaimana caranya, mudah-mudahan kalau ada permintaannya bagus, dengan kami berikan yang terbaik untuk konsumen, seperti bersih, terbarukan, dan affordable, saya yakin 5.000 MW itu sangat bisa tercapai,” papar Eka, saat acara Media Gathering Medco Energi secara daring, Selasa (8/12/2020).

Sejumlah aset milik Medco Power Indonesia di antaranya ialah Bio Jatropha Indonesia yang mengoperasikan pembangkit listrik mini hydro di Jawa Barat, Sarulla Operations Ltd. yang mengoperasikan pembangkit listrik geothermal 330 MW, dan Medco Ratch Power Riau 275 MW.

Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan bahwa PT Medco Power Indonesia merupakan salah satu kandidat terkuat sebagai anak usaha untuk dapat melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di bursa.

“Tentunya, kalau hari ini [Medco Power] masih kecil, tapi kalau sudah melewati size tertentu Medco Power menjadi anak usaha yang dicalonkan untuk IPO lainnya,” ujar Hilmi.

Adapun, saat ini emiten berkode saham MEDC itu tengah mempersiapkan untuk membawa entitas anak usaha di bidang pertambangan tembaga dan emas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) untuk IPO.

Hilmi menjelaskan bahwa entitas usaha itu tengah mempersiapkan diri sembari menanti waktu yang tepat untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Once kondisi market kondusif, baru bisa kami tentukan waktu yang tepat agar Amman bisa IPO,” papar Hilmi.

Untuk diketahui, PT AMNT mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Kepulauan Sumbawa dan memiliki akses terhadap beberapa prospek eksplorasi dan temuan cadangan yang besar di Elang.

Berdasarkan catatan Bisnis, rencana IPO PT AMNT telah mengemuka sejak lama. Bahkan, sempat beredar kabar bahwa entitas itu mengincar dana segar US$600 juta lewat penawaran umum perdana saham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik medco medco power indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top