Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Modal Syariah Makin Menarik, Investor Melonjak 6 Kali Lipat Sejak 2016

BEI juga mencatat pangsa pasar investor syariah terhadap total investor saham hingga Oktober 2020 sebesar 5,7 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  14:51 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @najwashihab
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @najwashihab

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan pasar modal syariah dalam negeri dinilai semakin prospektif dan menarik kendati saat ini dibayangi sentimen pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan bahwa pasar modal syariah telah bertumbuh sangat pesat dalam empat tahun terakhir.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga Oktober 2020, jumlah investor saham syariah sudah mencapai 81.413. Jumlah tersebut telah melebih total investor saham syariah sepanjang 2019 sebesar 68.599.

Sejak 2016, investor saham syariah memiliki rata-rata pertumbuhan 63 persen setiap tahunnya.

“Jumlah investor saham syariah sudah 81.000, atau lebih 6 kali lipat dalam 4 tahun,” ujar Inarno di acara peresmian nama dan logo baru PT BRI Danareksa Sekuritas, Senin (7/12/2020).

Selain itu, BEI juga mencatat pangsa pasar investor syariah terhadap total investor saham hingga Oktober 2020 sebesar 5,7 persen.

Inarno menjelaskan bahwa dalam pipeline bisnis BEI untuk lima tahun ke depan, secara khusus pasar modal syariah merupakan salah satu fokus utama pengembangan.

Hal itu termasuk di dalamnya terdapat beberapa upaya pertumbuhan basis investor syariah, perluasan produk, dan penguatan infrastruktur berbasis syariah.

“Melalui kehadiran ini dapat terus memajukan pasar modal syariah dalam negeri menjadi sangat besar,” papar Inarno.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan, kontribusi aset pasar modal syariah terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) cukup signifikan.

“Kontribusi aset syariah, termasuk saham, reksadana syariah, dan sukuk sebesar 29 persen atau senilai Rp4.569 triliun, sedangkan kontribusi kapitalisasi saham syariah 24 persen atau senilai Rp3.745 triliun dari total PDB 2019 senilai Rp15.833 triliun,” ujar Ma’ruf.

Oleh karena itu, Wapres meminta para pelaku industri memperkuat infrastruktur sistem online trading dengan tata kelola yang baik. Kepastian keamanan sistem juga mesti menjadi perhatian dan terus disempurnakan.

Selain itu, Wapres menekankan bahwa para pelaku industri pasar modal syariah harus menyadari bahwa bisnis pasar modal merupakan bisnis yang berbasis kepercayaan. Sebab itu, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang mutlak harus dijaga.

“Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi dan literasi tentang bagaimana pemanfaatan layanan berikut risiko-risiko yang akan dihadapi,” ujar Wapres.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei pasar modal Indeks Syariah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top