Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penguatan IHSG Menipis di Sesi I, 3 Sektor Bertahan di Zona Hijau

Pada akhir sesi I, IHSG bertengger di posisi 5.714,22 dengan penguatan 0,23 persen atau 13,19 poin.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 November 2020  |  12:09 WIB
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan memotret layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/11/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun sempat berfluktuasi, indeks harga saham gabungan masih mampu bertahan di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Pada akhir sesi I, indeks harga saham gabungan (IHSG) bertengger di posisi 5.714,22 dengan penguatan 0,23 persen atau 13,19 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.696.4-5.770,66.

Setelah dibuka pada level 5.735,136, indeks acuan terus menguat hingga ke posisi 5.763,326, naik 1,09 persen atau 62,297 poin pada pukul 09.02 WIB. Setelahnya, penguatan indeks menipis bahkan sempat menyentuh zona merah, sebelum akhirnya kembali menguat.

Sebanyak 219 saham menguat, 211 saham melemah, dan 178 saham stagnan di sesi I. Total volume transaksi mencapai 24,85 miliar saham dengan nilai mencapai Rp11,18 triliun.

Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy mencapai Rp105,97 miliar pada akhir sesi I.

Sebanyak 3 dari 10 indeks sektoral bertahan di zona hijau pada sesi I, dipimpin oleh sektor pertambangan yang menguat 0,92 persen. Tujuh sektor lainnya melemah, didorong oleh sektor aneka industri yang terkoreksi 1,13 persen.

Sebelumnya, Director Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks hingga saat ini terlihat masih berpotensi bergerak pada zona hijau. Adapun sentimen dari pergerakan market global maupun regional turut membayangi pergerakan IHSG hari ini

“Jika terjadi koreksi wajar, para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” ungkapnya dalam riset yang diterima Bisnis, Rabu (25/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top