Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BBRI Disayang Asing, IHSG Menguat Lagi!

Setelah dibuka pada level 5.735,136, indeks acuan terus menguat hingga ke posisi 5.763,326, naik 1,09 persen atau 62,297 poin pada pukul 09.02 WIB.
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatannya pada awal perdagangan Rabu (25/11/2020), menandai penguatannya selama tiga hari berturut-turut.

Setelah dibuka pada level 5.735,136, indeks acuan terus menguat hingga ke posisi 5.763,326, naik 1,09 persen atau 62,297 poin pada pukul 09.02 WIB.

Sebelumnya, IHSG juga ditutup pada posisi menguat 0,85 persen atau 48,26 poin ke level 5.701,029.

Pada awal perdagangan hari ini, sebanyak 243 saham menguat, 22 melemah dan 153 stagnan.

Adapun, nilai transaksi pada awal perdagangan hari ini sebanyak Rp1,02 triliun, dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp77,38 miliar. Hingga saat ini, aksi jual beli saham masih didominasi oleh pelaku pasar dalam negeri.

Berdasarkan besaran transaksinya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan nilai transaksi terbesar sejauh ini sebesar Rp131,64 miliar, menyusul di belakangnya adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai transaksi sebesar Rp72,08 miliar.

Saham BBRI juga paling banyak diburu oleh asing dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp70,29 miliar, sementara asing paling banyak membuang saham TLKM dengan catatan jual bersih asing sebanyak Rp9,06 miliar.

Berikutnya, PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) masih mencatatkan kenaikan dengan persentase tertinggi di antara semua anggota di indeks acuan masing-masing 18,09 persen dan 11,17 persen.

Di sisi lain, bursa Asia bergerak variatif pada pembukaan perdagangan hari ini. Indeks Jepang Nikkei 225 terpantau menguat 1,61 persen sedang indeks Hong Kong Hang Seng juga terkoreksi 1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper