Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Mulai Proses Transisi Formal, Bursa Asia Menguat

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 2,18 persen dan 2,39 persen pada pukul 09.46 waktu Tokyo.Sementara itu, indeks Kospi menguat 0,68 persen dan S&P/ASX 200 naik 1,09 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 24 November 2020  |  08:20 WIB
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg
Bursa Saham Tokyo. - Kiyoshi Ota / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (24/11/2020) setelah Presiden AS Donald Trump bersedia melakukan proses transisi formal ke Presiden terpilih Joe Biden.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 2,18 persen dan 2,39 persen pada pukul 09.46 waktu Tokyo.Sementara itu, indeks Kospi menguat 0,68 persen dan S&P/ASX 200 naik 1,09 persen.

Kontrak berjangka S&P 500 menguat setelah Badan Layanan Umum AS mengakui Biden sebagai pemenang pemilihan presiden

Trump meminta kepala Badan Layanan Umum Emily Murphy untuk melakukan protokol awal proses transisi. Ia juga meminta agensi serta departemennya untuk bekerja sama untuk menjalankan proses ini.

"Saya merekomendasikan agar Emily dan timnya melakukan apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan protokol awal, dan telah memberi tahu tim saya untuk melakukan hal yang sama," kata Trump, seperti dikutip Bloomberg.

Sebelumnya, bursa AS ditutup di zona hijau, dengan saham teknologi melemah dan saham kapitalisasi kecil melonjak. AstraZeneca Plc menjadi perusahaan terbaru yang menyampaikan hasil positif uji klinis vaksin Covid-19.

Sentimen juga didorong oleh kabar bahwa Biden berencana untuk mencalonkan mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen untuk menjadi Menteri Keuangan.

Keberhasilan pengembangan vaksin akhir-akhir ini telah meningkatkan sentimen risk-on di pasar. Investor menjadi tertarik pada aset yang dapat mengambil manfaat dari berakhirnya lockdown dan pembatasan perjalanan. Investor juga mulai mengantisipasi Kongres akan kembali membahas RUU stimulus terbaru.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca mencegah sebagian besar orang terkena Covid-19 dalam uji coba besar dan peluncurannya diperkirakan akan dimulai bulan depan.

Hasil uji coba dari vaksin tersebut pada dasarnya bervariasi tergantung pada jumlah dosis yang diberikan. Ketika dua dosis penuh diberikan dalam satu bulan, keefektifannya mencapai 62 persen.

Efektivitas vaksin meningkat menjadi menjadi 90 persen ketika vaksin diberikan bertahap dalam setengah dosis, lalu setengah dosis sisanya diberikan kemudian. Dengan demikian, rata-rata kemanjuran dari vaksin tersebut mencapai 70,4 persen.

Kepala strategi investasi Northwestern Mutual Wealth Management Brent Schutte mengatakan dengan adanya tiga kandidat vaksin potensial menjelang akhir tahun, investor akan berbondong menuju pasar saham.

"Saya pikir investor akan datang dan membeli saham di posisi bawah, dan saya pikir investor akan terus melakukan rotasi saham-saham bernilai tinggi, saham kapitalisasi kecil, dan hal-hal yang dimanfaatkan untuk siklus ekonomi,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top