Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telkomsel Investasi di Gojek, Telkom (TLKM) Disebut Menang Banyak

Kolaborasi antara Telkom melalui Telkomsel dengan Gojek sebagai hal positif mengingat keduanya merupakan pemimpin pasar di sektornya masing-masing.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 November 2020  |  16:40 WIB
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\\n\\n
Ilustrasi pengemudi Gojek mengikuti inisiatif J3K di Bekasi. - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom bergerak kencang sepanjang perdagangan hari ini, Selasa (17/11/2020), terdorong oleh sentimen investasi yang dilakukan perseroan ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek.

Seperti diketahui, Telkom melalui  anak usahanya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) baru saja meneken perjanjian kerja sama dengan Gojek, dalam bentuk penyertaan dana kepada platform on-demand tersebut sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,10 triliun.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan Senin (16/11/2020) dikonfirmasi pada pagi ini, Selasa (17/11/2020) oleh Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro. Menyusul, perseroan juga melaporkan keterbukaan informasi kepada otoritas bursa siang harinya.

Aksi korporasi ini rupanya disambut positif oleh para pelaku pasar. Berdasarkan pantauan Bisnis, setelah dibuka pada level 3070, saham TLKM melenggang kencang di zona hijau bahkan sempat menguat sekitar 6 persen dan menyentuh level tertinggi 3270.

Pada akhir perdagangan, saham bersandi TLKM tersebut parkir di level 3220 setelah menguat 150 poin atau 4,89 persen dibandingkan penutupan sesi perdagangan hari sebelumnya.

Tak hanya itu, saham Telkom juga laris manis diborong investor asing. Per penutupan pasar, asing membukukan net foreign buy terhadap TLKM mencapai Rp557,45 miliar di seluruh pasar.

Penguatan TLKM sebenarnya telah terjadi sejak awal bulan ini. Sepekan terakhir saja, saham emiten pelat merah ini telah menguat 12,59 persen. Begitupun asing berbondong-bondong mengoleksi TLKM hingga mencapai nilai beli bersih Rp1,20 triliun dalam sepekan.

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menilai kolaborasi antara Telkom melalui Telkomsel dengan Gojek sebagai hal positif mengingat keduanya merupakan pemimpin pasar di sektornya masing-masing.

“Gojek sendiri merupakah salah satu aplikasi layanan on demand ride hailing terbesar di Indonesia. Hal ini pun direspon positif oleh pasar dimana hari ini saham TLKM [sempat] naik hingga 6 persen,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/11/2020)

Di sisi lain, Anissa menyebut  sepekan terakhir saham TLKM sendiri tengah menguat dan sudah mulai dibeli asing seiring dengan inflow yang sudah mulai masuk ke Indonesia setelah kemenangan kandidat asal Partai Demokrat Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat.

Sementara dari sisi kinerja, Anissa menilai TLKM masih memiliki posisi keuangan yang lebih unggul dan kuat dari kompetitornya, Telkomsel sebagai kontributor utama bisnis perseroan memiliki pangsa pasar terbesar di antara operator seluler lainnya.

“Di sisi lain adanya UU Cipta kerja juga bisa berpotensi positif bagi TLKM, salah satunya terkait pengaturan tarif telekomunikasi yang bisa membuat industri lebih sehat,” pungkas dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel telkom Gojek
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top