Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wow! Dalam 5 Tahun, Aset Emiten Properti Grup Sinarmas Naik 70 Persen

Per September 2020, aset PT Bumi Serpong Damai Tbk. tercatat Rp60,89 triliun, naik 11,85 persen dibandingkan dengan posisi September 2019.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 November 2020  |  12:54 WIB
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti milik Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk., mencatatkan pertumbuhan aset hingga 11,85 persen secara tahunan menjadi Rp60,89 triliun per 30 September 2020.

Pada periode yang sama tahun lalu, emiten berkode saham BSDE itu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp54,44 triliun. Dengan demikian, emiten Grup Sinar Mas itu telah membukukan pertumbuhan aset hingga 70 persen dalam periode 5 tahun terakhir.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan bahwa sebagai salah satu pengembang properti terbesar Indonesia, akan selalu berupaya memperkuat fundamental dan memberikan nilai lebih kepada pemangku kepentingan, terutama pemegang saham.

Hermawan menjelaskan, hal itu diwujudkan perseroan melalui pertumbuhan secara berkesinambungan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

“Adapun, pertumbuhan aset tersebut tidak lepas dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan melakukan efisiensi di tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian, jika perekonomian pulih, perseroan dapat memaksimalkan momentum pertumbuhan,” ujar  Hermawan seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (12/11/2020).

Selain itu, emiten pengembang kawasan kota mandiri BSD City, Tangerang itu juga memperkuat struktur permodalannya melalui penerbitan saham baru dan obligasi global yang dilakukan pada semester I/2020 lalu.

Tidak hanya memperkuat struktur modal, dana segar hasil kedua emisi itu juga dialokasikan BSDE untuk pengembangan proyek dan infrastruktur, serta cadangan dana operasional.

“Dengan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp10,88 triliun dan rasio utang terhadap modal atau gearing ratio sebesar 20,56 persen, BSDE memiliki ruang yang cukup dan aman untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.” ungkap Hermawan.

Sementara itu, hingga saat ini perseroan memiliki total land bank atau lahan yang belum dikembangkan, sebesar 3.817 hektare. Lahan tersebut tersebar di berbagai proyek kota besar Indonesia.Namun, hanya untuk BSD City cadangan tanah masih di kisaran 2.121 hektare.

Sejalan dengan itu, Hermawan pun optimistis melalui kesediaan cadangan lahan dan posisi kas setara kas perseroan saat ini akan menjadi modal utama BSDE untuk mendukung keberlanjutan proyek yang telah berjalan.

Di sisi lain, pada akun Liabilitas Jangka Pendek terdapat kenaikan 90,06 persen dari sebelumnya Rp6,16 triliun pada kuartal III/2019 menjadi Rp11,71 triliun pada kuartal III/2020.

Hermawan menjelaskan bahwa kenaikan tersebut bersumber dari timbulnya utang obligasi senilai Rp5,08 triliun. 

Selain itu, uang muka diterima yang sebesar naik 6,39 persen dari Rp3,82 triliun pada kuartal III/2019 menjadi Rp4,07 triliun pada kuartal III/2020, juga berkontribusi kepada kenaikan liabilitas jangka pendek.

Begitu pula pada akun liabilitas jangka panjang, terdapat uang muka untuk pembelian dan sewa sebesar Rp2,07 triliun. Namun demikian, utang bank jangka panjang tercatat Rp3,81 triliun, berkurang 11,3 persen dari periode yang sama 2019 sebesar Rp4,29 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinarmas bumi serpong damai
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top