Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Tengah Pandemi, Kinerja Jasa Armada Indonesia (IPCM) Tetap Stabil

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, IPCM berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 69,7 miliar, naik 1,3 persen dari Rp 68,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 November 2020  |  08:36 WIB
Dewan Direksi PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) berpose usai rapat umum pemegang saham, Rabu (15/7/2020). Selain mengganti komisaris dan direksi, RUPS memutuskan penggunaan laba untuk dividen sebesar 75 persen. - IPCM
Dewan Direksi PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) berpose usai rapat umum pemegang saham, Rabu (15/7/2020). Selain mengganti komisaris dan direksi, RUPS memutuskan penggunaan laba untuk dividen sebesar 75 persen. - IPCM

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten jasa pamanduan dan penundaan kapal PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang baik pada periode 9 bulan 2020.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, IPCM berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 69,7 miliar, naik 1,3 persen dari Rp 68,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dikutip dari rilis pers perseroan, kenaikan laba bersih IPCM ditunjang oleh peningkatan pendapatan sebesar 3,8 persen dari Rp 491,7 miliar tahun lalu menjadi Rp 510,2 miliar pada tahun ini.

Pendapatan terbesar diperoleh dari jasa pelayanan kapal yang terdiri dari jasa penundaan (towage) dan jasa pemanduan (pilotage). Pendapatan jasa penundaan sebesar Rp 448,5 miliar memberikan kontribusi sebesar 87,9 persen dari total pendapatan.

Dari jasa penundaan tersebut, terdapat peningkatan signifikan dalam pendapatan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), naik 25,1 persen menjadi Rp57,8 miliar yang memberikan kontribusi 11,3 persen dari total pendapatan, lebih besar dari kontribusi tahun lalu sebesar 9,4 persen.

Pendapatan dari Terminal Khusus (Tersus) juga meningkat tajam sebesar 31,2 persen menjadi Rp47,8 miliar dimana kontribusinya juga meningkat dari 7,4 persen menjadi 9,4 persen dari total pendapatan tahun ini.

“Hal ini sejalan dengan strategi IPCM untuk meningkatkan porsi pendapatan di luar Pelabuhan Umum,” tulis manajemen berdasarkan keterangan yang diterima Bisnis, Sabtu (7/11/2020).

Pendapatan IPCM dari jasa pemanduan mengalami kenaikan tinggi sebesar 76 persen dari tahun lalu, menjadi Rp17,8 miliar. 

Selain dari jasa pelayanan kapal, IPCM juga memperoleh penghasilan dari jasa pengangkutan serta jasa pengelolaan kapal yang masing-masing memberikan pendapatan sebesar Rp 1,6 miliar dan Rp 42,3 miliar pada periode 9 bulan tahun ini.

Di sisi lain, IPCM berhasil meraih Sertifikat Penghargaan SMK3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dilimpahkan ke badan sertifikasi Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) Indonesia. Sertifikat ini diberikan kepada IPCM untuk Sektor Industri Bidang Pemanduan dan Penundaan Kapal (Angkutan Air).

IPCM memperoleh bendera emas untuk kategori tingkat lanjutan dengan 166 kriteria. Penghargaan ini diserahkan oleh Business Development Manager LRQA Indonesia, Budi Yulianti kepada Direktur Armada dan Teknik IPCM, Muhammad Iqbal di Jakarta, Selasa (3/11/2020). 

“Ini adalah bukti komitmen seluruh jajaran Direksi di tengah pandemi Covid-19, manajemen tetap berkomitmen penuh untuk menjalankan perbaikan dan pengembangan dalam sistem manajemen keselamatan.” ujar Muhammad Iqbal, Direktur Armada dan Teknik IPCM.

Pencapaian ini sekaligus menjadi indikasi bahwa IPCM memastikan setiap pelayanan pelanggan sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja, menurunkan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di dalam lingkungan kerja perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan kinerja keuangan Jasa Armada Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top