Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Unilever (UNVR) saat Pandemi, Sesuaikan Harga hingga Bikin Kemasan Mini

PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menyatakan telah menyusun sejumlah strategi bisnis untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang mengubah pola konsumsi pasar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 November 2020  |  18:41 WIB
Hermant Bakshi, President Director PT Unilever Indonesia, Tbk.  - Bisnis.com
Hermant Bakshi, President Director PT Unilever Indonesia, Tbk. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menyatakan telah menyusun sejumlah strategi menyusul aksi penyesuaian harga beberapa produk di bawah portofolio brand perseroan pada tahun 2020.

Direktur Unilever Indonesia Arif Hudaya mengatakan kenaikan harga secara menyeluruh sepanjang tahun berjalan mendekati angka 2 persen.

“[Kenaikan harga] itu kami lakukan di awal tahun, saat dimana kami melihat bahwa tahun yang akan berjalan akan mempunyai kesempatan dan tantangan dalam segi inflasi material,” ungkapnya dalam paparan publik virtual perseroan pada Selasa (3/11/2020).

Sejalan dengan kondisi Covid-19, penyesuaian harga tersebut nyatanya masih bisa dipertahankan oleh perseroan yang disebabkan oleh kepercayaan konsumen terhadap brand dan biaya promosi yang lebih kompetitif.

Selain daripada penyesuaian harga, kenaikan margin kotor untuk periode kuartal ketiga tahun 2020 disebabkan juga oleh tingkat efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan biaya seperti pembelian bahan baku material, efisiensi pabrik dan logistik.

Perseroan juga menyebutkan perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini yang lebih memiliki mengonsumsi produk dengan harga yang lebih murah atau down trading membuat perseroan akhirnya lebih banyak berinovasi.

Arif mengatakan dengan banyaknya portofolio produk yang dimiliki Unilever saat ini, perseroan mulai berjibaku meluncurkan kemasan produk yang lebih kecil dan lebih murah sehingga lebih mudah dijangkau oleh seluruh kelas ekonomi konsumennya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan bahwa perseroan sebenarnya memiliki banyak portofolio brand yang mencakup seluruh konsumennya.

“Di portofolio shampoo misalnya, kami memiliki Lifebuoy yang memiliki kualitas yang sangat bagus dan diperuntukkan bagi konsumen kelas bawah, di kelas menengah kami memiliki produk seperti Sunsilk dan Clear, dan di kelas atas kami punya brand seperti Tresemme dan Dove,” terangnya.

Dengan memiliki banyak portofolio produk, UNVR menyatakan hal tersebut merupakan salah satu strategi yang dilakukan perseroan untuk menghalau aksi down trading banyak konsumennya.

Di sisi lain, perseroan juga mengambil langkah agresif dengan meluncurkan produk es krim brand Walls milik Unilever yang lebih murah dari rata-rata harga jual eceran mengingat tren menurunnya penjualan segmen tersebut selama periode pandemi karena minimnya aktivitas di luar rumah.

Terakhir, perseroan juga lebih banyak meluncurkan produk Sahaja dengan label izin halal yang membantu opsi perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang sudah banyak memprioritaskan konsumsi produk halal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever unilever indonesia Covid-19
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top