Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paket Stimulus AS Menggantung, Rupiah Berhasil Menguat dalam Sepekan

Setelah dibuka terapresiasi pada level Rp14.670 pada Senin (19/10/2020), selama sepekan terakhir rupiah sudah menguat 0,26 persen atau 38 poin dibandingkan dengan level penutupan akhir pekan lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  18:17 WIB
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil menguat selama sepekan terakhir sejalan dengan minimnya kepastian paket stimulus di Amerika Serikat yang menyebabkan indeks dolar melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (23/10/2020), rupiah parkir di level Rp14.660 per dolar AS stagnan jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap enam mata uang utama melemah 0,2 persen ke posisi 92,768 hingga pukul 15.30 WIB. 

Setelah dibuka terapresiasi pada level Rp14.670 pada Senin (19/10/2020), selama sepekan terakhir rupiah sudah menguat 0,26 persen atau 38 poin dibandingkan dengan level penutupan akhir pekan lalu.

Padahal pada awal Juni, rupiah sempat bergerak di kisaran level Rp13.800 per dolar AS setelah sempat terpuruk ke level Rp16.500 pada akhir Maret lalu.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa pergerakan rupiah memang dipengaruhi oleh paket stimulus AS yang sampai sekarang masih menggantung meskipun sudah menunjukkan progres.

“Pasar masih menantikan kelanjutan pembicaraan [paket stimulus AS] yang mungkin berlanjut malam ini,” ujar Ariston kepada Bisnis, Jumat (23/10/2020).

Secara terpisah, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi Indonesia mungkin akan mengalami resesi setelah rilis PDB kuartal ketiga, namun bukan berarti tidak ada harapan ekonomi akan kembali membaik.

“Ini berkat rilis data Investasi yang sedikit lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis, sehingga ada kemungkinan PDB di kuartal keempat akan lebih baik juga dibarengi dengan konsumsi masyarakat yang terus meningkat,” ungkapnya dikutip dari rilis, Jumat (23/10/2020).

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan nilai investasi yang masuk pada kuartal III/2020 sebesar Rp209 triliun, naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini jauh membaik dibandingkan kuartal II-2020 dengan besaran nilai investasi adalah Rp 191,9 triliun, terkontraksi 4,3 persen secara tahunan. Sedangkan secara kumulatif Januari-September 2020, nilai investasi sebesar Rp611,6 triliun, naik 1,7 persen secara tahunan.

“Dalam perdagangan minggu depan mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif dan melemah 50 poin namun ditutup menguat tajam 10 - 60 poin di level 14.610-14.690,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top