Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Jumlah Investor Ritel di Asean Melonjak

Di Indonesia, sebanyak 51 persen investor ritel mendominasi rata-rata perdagangan harian senilai Rp6,3 triliun hingga September 2020. Sedangkan di Singapura, partisipasi investor ritel dalam perdagangan di bursa Singapura kini berada di kisaran 20 persen dari sebelumnya 15 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  10:51 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Masa pandemi virus corona berdampak pada kenaikan jumlah investor ritel pada sejumlah pasar di kawasan Asia Tenggara.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan jumlah investasi yang dilakukan dari sektor ritel terus menunjukkan tren kenaikan sejak 2017. Pada 2017 lalu, dari rata-rata nilai perdagangan harian sebesar Rp5 triliun, investor ritel mendominasi dengan porsi 41,4 persen

Ia menuturkan, pada masa pandemi virus corona, otoritas bursa melihat lonjakan aktivitas investasi di sektor ritel. Hingga September 2020, sebanyak 51 persen investor ritel mendominasi rata-rata perdagangan harian senilai Rp6,3 triliun.

“Kenaikan partisipasi investor ritel ini juga menjadi bantalan untuk pasar Indonesia yang ditinggal oleh investor asing karena adanya pandemi ini,” ujarnya dalam sesi diskusi panel Capital Market Summit & Expo 2020 pada Rabu (21/10/2020).

Laksono menjelaskan, kenaikan jumlah investor ritel didorong oleh tingkat suku bunga acuan di Indonesia yang terbilang rendah. Hal ini menimbulkan gairah investasi di kalangan masyarakat.

Selain itu, pandemi virus corona juga membuat masyarakat tidak melakukan pengeluaran dalam bentuk liburan, belanja, dan lainnya. Akibatnya, mereka memiliki kas yang berlimpah sehingga masyarakat pun mencari alternatif investasi agar mendatangkan return yang optimal.

“Selain itu, likuiditas Indonesia di sektor perbankan juga masih amat bagus. Ini juga ikut menopang kenaikan investor ritel di masa pandemi ini.

Hal serupa juga terjadi pada pasar Thailand. Senior Executive Vice President, Corporate Strategy The Stock Exchange of Thailand Saraphol Tulayasathien mengatakan, hingga Agustus 2020, sebanyak 230 ribu akun perdagangan ritel baru telah dibuka di negaranya.

Selain itu, para investor ritel di Negeri Gajah Putih tersebut juga lebih memilih menggunakan platfor aplikasi perdagangan online. Dari total transaksi harian investor ritel senilai US$919 juta, 78 persen atau dana sebesar US$723 juta dikelola dari aplikasi online tersebut.

“Aplikasi perdagangan online juga sebenarnya bukan hal yang baru. Perkembangan teknologi dan faktor pandemi membuat para investor ritel lebih memilih berinvestasi secara daring,’ ujarnya.

Sementara itu, Managing Director, Head of Markets, Equities Singapore Exchange Janice Kan menuturkan, hingga September 2020, nilai perdagangan harian di bursa Singapura mengalami kenaikan hingga 40 persen.

Di sisi lain, pihaknya juga melihat adanya kenaikan investor dari sektor ritel. Total partisipasi investor ritel dalam perdagangan di bursa Singapura kini berada di kisaran 20 persen dari sebelumnya 15 persen.

“Secara year-on-year terjadi kenaikan 50 persen dari pembukaan rekening efek dan kenaikan 25 persen dari aktivitas perdagangan harian dari investor ritel,” jelasnya.

Meski porsi investor ritel terbilang kecil, Janice mengatakan pihak otoritas bursa setempat tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pendidikan investasi yang terbaik. Untuk itu, mereka tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti seminar dan pelatihan investasi secara daring.

“Melalui program SGX Academy, kami tetap mengadakan kelas-kelas pendidikan untuk meningkatkan literasi finansial masyarakat. Kami melakukan rata-rata 30 program pendidikan setiap bulan,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean investor ritel Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top