Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertahan di Tengah Pandemi, Ini Strategi Baramulti Suksessarana (BSSR)

Emiten tambang batu bara Baramulti Suksessarana (BSSR) bakal teatp defensif hingga akhir tahun di tengah situasi pandemi yang belum berlalu. Perseroan juga tetap mencari pasar potensial baru di area Asia Tenggara dan juga menggenjot porsi domestik.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  21:41 WIB
PT Baramulti Suksessarana - istimewa
PT Baramulti Suksessarana - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Baramulti Suksessarana Tbk., akan tetap mempertahankan strategi defensifnya untuk menjaga pertumbuhan kinerjanya hingga akhir tahun.

Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada mengatakan bahwa perseroan akan tetap menjaga efisiensi yang sudah dilakukan sejak awal tahun ini di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

“Kami tetap jaga efisiensi, sehingga diharapkan [kinerja] bisa tetap stabil sampai akhir tahun,” ujar Widada kepada Bisnis, Rabu (21/10/2020).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham BSSR itu berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 56,95 persen menjadi sebesar US$17,61 juta pada semester I/2020.

Kinerja BSSR berhasil ditopang oleh beban pokok penjualan yang turun hingga 19,90 persen menjadi US$125,66 juta pada semester I/2020 dari periode yang sama sebelumnya sebesar US$156,88 juta. 

Padahal, pendapatan BSSR mencatatkan penurunan hingga 13,45 persen dari US$205,59 juta pada semester I/2019 menjadi sebesar US$177,92 juta pada semester I/2020.

Adapun, perseroan juga memproyeksikan produksi batu bara hingga akhir tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan pencapaian 2019 yaitu di kisaran 11 juta hingga 12 juta ton.

Widada, yang baru saja diangkat menjadi Direktur Utama Baramulti Suksessarana pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Rabu (21/10/2020), juga mengatakan bahwa perseroan akan tetap mencari pasar potensial baru di area Asia Tenggara dan juga menggenjot porsi domestik.

Sebagai gambaran konsumen perseroan, berdasarkan laporan keuangan semester I/2020, sebagian besar batu bara BSSR dijual ke Indonesia sebesar US$59,81 juta, lalu ke China sebesar US$46,66 juta, India sebesar US$38,98 juta, dan Filipina sebesar US$ 21,82 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara baramulti suksessarana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top