Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Omnibus Law Disahkan, Ini Emiten yang Bakal Ketiban Untung

Sejumlah ketentuan dalam UU Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dua pekan lalu, bakal menjadi sentimen positif ke sejumlah sektor, mulai dari properti hingga telekomunikasi
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  16:58 WIB
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. -  Dimas Ardian / Bloomberg
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah ketentuan dalam omnibus law  UU Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dua pekan lalu diniai bakal memberikan sentimen positif ke sejumlah sektor. Emiten di sektor ritel menjadi salah satu yang ketiban untung. 

Head Research Sucor Sekuritas Adrianus Bias Prasetyo mengatakan retailer diuntungkan dengan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk penjualan konsinyasi. Hal itu disebut memberikan sentimen positif untuk emiten pengecer seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. dan PT Mitra Adiperkasa Tbk.

Untuk diketahui, Pasal 112 UU Cipta Kerja yang disahkan DPR pada 5 Oktober 2020, menghapus penyerahan barang kena pajak (BKP) secara konsinyasi dari pengertian penyerahan barang kena pajak (BKP).

Perubahan ketentuan mengenai kepemilikan rumah bagi warga negara asing juga menjadi katalis emiten sektor properti. Adrianus mengatakan orang asing kini berhak memegang hak milik (freehold) atas properti bertingkat tinggi.

Sebelumnya, status kepemilikan warga negara asing hanya hak pakai. Hal ini tentunya akan meningkatkan keseimbangan supply demand di segmen apartemen premium. Sehingga, menurutnya, ini positif untuk PT Pakuwon Jati Tbk, PT Agung Podomoro Land Tbk, dan PT Ciputra Development Tbk.

Dalam UU Cipta Kerja, pemerintah akan mengatur tarif batas atas dan atau tarif batas bawah penyelenggaraan telekomunikasi.

"Intervensi itu diharapkan dapat meredakan persaingan yang ketat terutama dalam perang tarif data. Positif untuk pemain harga premium seperti TLKM dan EXCL," katanya dalam webinar, Sabtu (17/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten Kinerja Emiten Omnibus Law cipta kerja
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top